Gen Z Mau Instan, Ketua HIMSIF UBD: Organisasi Butuh Proses

  • 17 Sep 2026 08:15 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Mentalitas serba instan Gen Z menjadi tantangan dalam menjalani proses panjang berorganisasi.
  • Organisasi memberikan manfaat jangka panjang melalui pengalaman, komunikasi, dan networking.
  • Mahasiswa perlu menyeimbangkan aktivitas organisasi dengan kuliah sebagai prioritas utama.

RRI.CO.ID, Palembang - Mentalitas ingin serba instan pada Gen Z kerap berbenturan dengan proses panjang berorganisasi di kampus. Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HIMSIF) Universitas Bina Darma, Mohamad Iqbal Ebrielian, mengungkapkan tantangan tersebut berdasarkan pengalamannya memimpin organisasi.

Iqbal mengaku dirinya sendiri sebagai bagian dari Gen Z turut memahami keinginan generasinya untuk selalu mendapat hasil cepat. Hal tersebut Iqbal sampaikan dalam siaran Obrolan Komunitas Pro 4 RRI Palembang pada Selasa, 14 September 2026.

"Ketika kita melakukan sesuatu, pokoknya harus dapat, maunya langsung ada hasil," ujar Iqbal. Ia menyebut sikap tersebut kerap tidak sejalan dengan manfaat organisasi yang baru terasa dalam jangka waktu panjang.

Iqbal menjelaskan tidak ada seorang pun yang bisa menjamin ilmu organisasi akan langsung terpakai dan bermanfaat di masa depan. Ia menyebut hal tersebut sejalan dengan sifat kehidupan yang penuh ketidakpastian.

"Enggak ada yang bisa menjamin, cuma kalau kalian yakin, ilmu itu di mana saja bisa didapat," ujar Iqbal. Ia menegaskan keyakinan pribadi menjadi kunci utama seseorang bertahan menjalani proses panjang berorganisasi.

Iqbal mencontohkan banyak tokoh sukses yang hanya menempuh pendidikan formal terbatas namun tetap mampu menjadi pengusaha maupun eksekutif perusahaan. Ia menilai pengalaman hidup dan kemampuan komunikasi menjadi faktor penentu di balik kesuksesan tersebut.

Iqbal menegaskan organisasi tetap harus diposisikan sebagai penunjang, bukan pengganti prioritas utama mahasiswa dalam menempuh pendidikan. Ia menyebut kuliah harus tetap menjadi fokus utama meski aktif menjalankan tanggung jawab organisasi.

"Organisasi itu bukan untuk menomorduakan kuliah, kuliah tetap nomor satu," tegas Iqbal. Ia menambahkan dirinya turut merasakan manfaat komunikasi dan networking sosial selama memimpin organisasi kemahasiswaan.

Iqbal berharap mahasiswa dapat lebih bijak menyeimbangkan waktu antara kuliah dan organisasi tanpa mengorbankan salah satunya. Ia menegaskan keyakinan dan konsistensi menjadi kunci utama merasakan manfaat nyata dari proses berorganisasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....