Mahasiswa Polsri Garap Bank Sampah dan Penghijauan di Desa Terpencil

  • 15 Sep 2026 10:45 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Program Sipil mengabdi merupakan salah satu program pengabdian mahasiswa kepada masyarakat langsung terjun ke desa terpencil di daerah Sumatera Selatan.
  • Hal ini sesuai dengan tema yang dibawa yaitu Green Green Construction tapi lebih pada kegiatan yang berkaitan dengan ilmu teknik sipil seperti pembuatan tugu.
  • Semua pelaksanaan program akan berjalan dengan baik jika ada perencanaan, konsep yang matang dan bangun semangat kebersamaan untuk mengabdi kepada masyarakat

RRI.CO.ID, Palembang - Program Sipil mengabdi merupakan salah satu program pengabdian mahasiswa kepada masyarakat langsung terjun ke desa terpencil di daerah Sumatera Selatan. Hal ini dijelaskan M. Helga Adhela Bakri Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Sriwijaya ketika menjadi narasumber acara Obrolan Komunitas di Studio Pro 1 RRI Palembang, Jumat 11 September 2026.

Helga menerangkan ide sipil mengabdi tersebut kami junjung daripada Tridharma Perguruan Tinggi. Berupa kegiatan pengajaran pelatihan dan pengabdian kepada masyarakat selama 4 hari.

"Disini kita berbaur bersama masyarakat sekitar dan membantu berupa pengajaran kepada anak anak SD sehingga akan memberikan dampak positif bagi perkembangan masyarakat," tegas Helga.

Kegiatan yang dilakukan meliputi penanaman bibit pohon, pembuatan bank sampah. Hal ini sesuai dengan tema yang dibawa yaitu Green Green Construction tapi lebih pada kegiatan yang berkaitan dengan ilmu teknik sipil seperti pembuatan tugu.

Selain itu dilakukan pembuatan bak sampah agar terpisah antara sampah organik atau non organik. Sehingga dari hasil sampah ini akan menambah pendapatan desa karena bisa dipilah pilah tidak tercampur agar dapat berdampak positif.

Helga menambahkan respon masyarakat sangat antusias terlihat dengan pembuatan kuisioner. Agar dapat melihat sejauh mana respon, kebutuhan dan kepuasan masyarakat terhadap pengabdian yang sudah dilaksanakan.

Kebutuhan masyarakat yang sangat dirasakan adalah tempat sampah yang sudah dibuatkan juga penanaman bibit pohon. Bahkan masyarakat mengeluhkan dampak karhutla yang sering terjadi terutama di daerah Ogan Ilir yang masih banyak rawa.

Tantangan yang dialami ketika akan dilaksanakan pembukaan kegiatan, seminar dan kelengkapan peralatan. Selain itu jika terjadi masalah antar panitia, tetapi semuanya berjalan aman dan lancar sesuai harapan.

"Semua pelaksanaan program akan berjalan dengan baik jika ada perencanaan, konsep yang matang dan bangun semangat kebersamaan untuk mengabdi kepada masyarakat dengan wujud yang nyata sehingga akan berdampak positif bagi masyarakat," pesan Helga menutup dialog.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....