Intip Keseruan MPM Polsri: Wadah Mahasiswa Belajar Politik Kampus

  • 26 Agt 2026 08:20 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Polsri memegang peran vital sebagai lembaga pengawas seluruh organisasi kemahasiswaan dan alur kerja di lingkungan kampus.
  • Anggota MPM memanfaatkan organisasi ini untuk menerapkan teori akademik secara langsung, seperti pengelolaan serta pengawasan anggaran yang linear dengan ilmu akuntansi.
  • Selain melatih manajemen waktu dan memperluas relasi, MPM Polsri aktif mendorong nalar kritis mahasiswa lewat program seperti Youth Legislative Summit 2026.

RRI.CO.ID, Palembang - ehidupan kampus tak melulu soal ruang kelas dan tumpukan tugas akademik. Bagi sebagian mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri), dinamika organisasi menjadi arena nyata untuk menguji teori sekaligus menggembleng mental kepemimpinan sebelum melangkah ke dunia kerja.

Lembaga legislatif kampus seperti Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Polsri menjadi salah satu magnet utama. Tak sekadar menyandang status pengurus, para anggota di dalamnya memegang tanggung jawab strategis dalam mengawal roda organisasi di tingkat kampus.

Pengurus MPM Polsri, Chairani, mengungkapkan bahwa fungsi utama lembaga ini berfokus pada pengawasan kinerja organisasi kemahasiswaan lainnya agar tetap berada di koridor yang tepat.

“Kami mengawasi pelaksanaan program kerja dan alur-alur dari organisasi di Polsri,” terang Chairani saat hadir dalam siaran Sore Ceria di Pro 2 RRI Palembang, Kamis, 20 Agustus 2026.

Ketertarikan bergabung dengan lembaga legislatif ini sering kali berawal dari kebutuhan untuk memperdalam disiplin ilmu yang ditempuh di bangku kuliah. Hal itu dirasakan betul oleh Rizki, mahasiswa Program Studi Akuntansi yang memilih aktif di Komisi II MPM Polsri.

Bagi Rizki, keterlibatannya di organisasi ini menjadi laboratorium praktik langsung untuk mengaplikasikan teori keuangan yang ia dapatkan di dalam kelas.

“Saya tertarik gabung di Komisi II MPM karena bertugas untuk menjalankan penganggaran dan pengawasan dana,” kata Rizki.

Selain penerapan ilmu teknis, dampak nyata yang dirasakan para pengurus adalah pematangan soft skill. Azifah, pengurus MPM Polsri lainnya, menuturkan bahwa iklim organisasi menuntut setiap individu untuk cekatan mengatur waktu di tengah padatnya jadwal kuliah.

“Biasa kalau organisasi maunya mencari relasi dan memang sesuai dengan MPM,” tutur Azifah.

Dinamika MPM Polsri juga diimbangi dengan program kerja yang berdampak luas. Pada 2026, mereka menggelar Youth Legislative Summit, sebuah agenda seminar yang dirancang untuk membuka wawasan serta meningkatkan kesadaran politik di kalangan mahasiswa maupun masyarakat umum. Lewat wadah ini, MPM Polsri membuktikan bahwa ruang organisasi adalah tempat terbaik untuk mematangkan nalar kritis dan kepemimpinan generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....