Iman Kristen Dorong Kepedulian Hadapi Karhutla
- 10 Sep 2026 06:53 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Iman Kristen mendorong umat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebakaran hutan dan lahan melalui tindakan nyata menjaga lingkungan.
- Penyuluh Agama Kristen Elisabeth Ida Krisnawati menyatakan bahwa karhutla bukan hanya persoalan lingkungan tetapi juga tanggung jawab iman umat Kristen.
- Kepedulian terhadap karhutla diwujudkan tidak hanya dalam bentuk tindakan pelestarian lingkungan tetapi juga dalam bentuk bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana.
RRI.CO.ID, Palembang - Iman Kristen mendorong umat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kepedulian tersebut diwujudkan melalui tindakan nyata menjaga lingkungan dan membantu masyarakat terdampak.
Penyuluh Agama Kristen, Elisabeth Ida Krisnawati, mengatakan karhutla tidak hanya menjadi persoalan lingkungan. Menurutnya, persoalan tersebut juga berkaitan dengan tanggung jawab iman umat Kristen.
“Allah menciptakan alam dengan sungguh amat baik, sehingga manusia memiliki tanggung jawab memeliharanya,” ujarnya dalam Dialog Mimbar Agama Kristen Pro 1 RRI Palembang, Selasa, 8 September 2026.
Ia menjelaskan, manusia diberikan mandat untuk mengusahakan dan memelihara ciptaan Tuhan. Namun, eksploitasi alam dan pembakaran lahan secara sembarangan menunjukkan kegagalan manusia menjaga lingkungan.
Elisabeth menilai karhutla juga dapat dipandang sebagai bentuk dosa ekologis. Keserakahan, kemalasan, dan ketidakpedulian manusia dapat memperburuk kerusakan lingkungan dan penderitaan masyarakat.
“Dosa ekologis tidak hanya merusak alam, tetapi juga relasi manusia dengan sesama dan Allah,” ujarnya. Dampak karhutla, lanjutnya, turut mengganggu kesehatan, pendidikan, mobilitas, serta kehidupan masyarakat.
Ia mengajak gereja dan sekolah Kristen mengambil peran dalam menghadapi persoalan karhutla. Langkah tersebut dapat dilakukan melalui edukasi lingkungan, pengurangan pembakaran sampah, serta pelayanan bagi masyarakat terdampak asap.
“Gereja dapat menjadi tempat membantu korban asap, membagikan masker, dan memberikan edukasi kepada masyarakat,” katanya. Gereja juga dinilai perlu menyuarakan pentingnya penegakan hukum terhadap pihak yang merusak lingkungan.
Elisabeth menegaskan, umat Kristen tidak boleh hanya melihat karhutla sebagai persoalan tahunan. Menurutnya, iman harus diwujudkan melalui tindakan menjaga lingkungan dan membantu sesama.
Ia mengajak masyarakat memulai kepedulian dari tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya dengan tidak membakar lahan sembarangan dan menanam pohon secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....