Pentingnya Terapi Farmakologis dalam Penyembuhan Penyalahgunaan Narkoba

  • 07 Sep 2026 19:26 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Kepatuhan terhadap terapi farmakologis menjadi salah satu faktorpenting dalam mendukung pemulihan penyalahguna narkoba yang menjalani rehabilitasi.
  • terapi farmakologis ini beriringan dengan pendekatan psikologis, sosial dan spiritual.
  • Diharapkan sinergi antara dokter, apoteker, tenaga psikologi, keluarga dan lingkungan dapat terus memperkuat dalam mendukung pemulihan penyalahgunaan narkoba dan kepatuhan dalam terapi akan meningkatkan kualitas hidup pasien,

RRI.CO.ID, Palembang - Kepatuhan terhadap terapi farmakologis menjadi salah satu faktorpenting dalam mendukung pemulihan penyalahguna narkoba yang menjalani rehabilitasi. Hal ini dijelaskan apt. Hendik Riawan, Apoteker dan Farmasi Klinis RS Ernaldi Bahar ketika menjadi narasumber acara Suara Anti Narkoba, Korupsi dan Judi (SANKSI) di Studio Pro 1 RRI Palembang, Rabu 2 September 2026.

Hendik menerangkan terapi farmakologis diberikan kepada pasien sesuai kondisi dan gejala yang dialami. Baik pasien rawat inap ataupun rawat jalan sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup dan mencegah kekambuhan.

Penyalahgunaan narkoba memiliki risiko ketidakpatuhan yang cukup tinggi terhadap terapi. Kondisi ini dapat dipengaruhi faktor gejala putus zat, gangguan fungsi kognitif hingga lingkungan sosial.

"Gejala putus zat bisa membuat pasien tidak nyaman setelah menghentikan penggunaan narkoba dan ini menjadi tantangan dalam mempertahankan kepatuhan pasien," terang Hendik.

Selain itu faktor gangguan fungsi kognitif dan lingkungan akan mendukung turut meningkatkan risiko pasien kembali menggunakan narkoba. Hal inilah yang harus menjadi perhatian dalam terapi farmakologis berdasarkan hasil pemeriksaan dan kondisi pasien.

Hendik menambahkan dalam rehabilitasi terdapat terapi subtitusi metadon yang mengalami ketergantungan opioid. Terapi ini berdasarkan indikasi medis dan pengawasan tenaga kesehatan.

Pendekatan komunikasi oleh tenaga kesehatan harus dilakukan secara sabar dan persuasif. Ketika pasien mengaku tidak patuh maka tenaga kesehatan dapat menggali penyebabnya dan mencari solusinya.

Hendik menjelaskan terapi farmakologis ini beriringan dengan pendekatan psikologis, sosial dan spiritual. Dukungan keluarga dan kegiatam keagamaan akan membantu pasien kembali percaya diri dan mengurangi risiko kembali menggunakan narkoba.

Pemanfaatan teknologi menjadi peluang untuk memperkuat edukasi pasien di rehabilitasi modern. Hal ini akan memudahkan keluarga untuk konsultasi ketika menghadapi kendala dan efek samping termasuk kepatuhan minum obat.

"Diharapkan sinergi antara dokter, apoteker, tenaga psikologi, keluarga dan lingkungan dapat terus memperkuat dalam mendukung pemulihan penyalahgunaan narkoba dan kepatuhan dalam terapi akan meningkatkan kualitas hidup pasien," pesan Hendik menutup dialog.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....