Umat Islam Diingatkan Menjaga Adab dalam Pengurusan Jenazah
- 07 Sep 2026 08:48 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Umat Islam dianjurkan segera mengurus jenazah mulai dari memandikan, mengafani, menyalatkan hingga memakamkan.
- Kehormatan jenazah harus dijaga dengan tidak membuka aib serta memperlakukannya secara lembut selama proses pengurusan.
- Keluarga dianjurkan menyelesaikan kewajiban jenazah, termasuk utang, serta memperbanyak doa dan amal untuknya.
RRI.CO.ID, Palembang – Islam mengajarkan umatnya untuk tetap menghormati seseorang yang telah meninggal dunia dengan mengurus jenazah sesuai tuntunan agama. Pengurusan jenazah meliputi memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga memakamkan yang hukumnya merupakan fardu kifayah.
Penyuluh Agama Islam Kota Lubuk Linggau, Ustaz Hasbi Mustofa, mengatakan penghormatan terhadap jenazah perlu dilakukan sejak seseorang dinyatakan meninggal hingga proses pemakamannya selesai. Hal tersebut disampaikannya dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Palembang, Kamis, 3 September 2026.
Menurut Ustaz Hasbi, jenazah hendaknya segera diurus setelah persiapan memungkinkan dan tidak ditunda tanpa alasan yang dibenarkan. Proses tersebut mencakup memandikan, mengafani, menyalatkan, kemudian memakamkan jenazah secara layak
“Apabila seseorang itu meninggal, bersegeralah untuk cepat-cepat diproses. Jangan ditunda-tunda sejak dari memandikan, mengkafani, menyalatkan, kemudian menguburkannya,” kata Ustaz Hasbi.
Ia juga mengingatkan keluarga dan masyarakat agar menjaga kehormatan jenazah selama proses pemandian maupun pengafanan. Kondisi fisik jenazah perlu diperlakukan dengan lembut, sementara aib atau kekurangan semasa hidup tidak sepatutnya dibicarakan kepada orang lain
“Jangan kita membuka, menceritakan aib jenazah. Kemudian, bersihkan anggota tubuh jenazah dengan lemah lembut, jangan ditekan-tekan, tetapi dielus dengan penuh kelembutan,” ujarnya.
Selain menjaga kehormatan, keluarga juga perlu memperhatikan kewajiban yang masih melekat pada jenazah, termasuk persoalan utang kepada pihak lain. Menurut Ustaz Hasbi, kewajiban tersebut perlu dikomunikasikan kepada ahli waris agar dapat diselesaikan dengan baik.
Dalam menghadapi kehilangan, keluarga juga dianjurkan tidak larut dalam kesedihan secara berlebihan meskipun menangis dan merasa kehilangan merupakan hal yang wajar. Umat Islam diminta memperbanyak doa, memohonkan ampunan bagi jenazah, serta melanjutkan hubungan baik dengan orang-orang yang semasa hidup dekat dengannya.
Ustaz Hasbi menambahkan, penghormatan kepada jenazah juga tercermin dari sikap masyarakat ketika mengantarkan hingga ke pemakaman. Karena itu, umat Islam diharapkan menjaga ucapan, tidak membuka aib, serta memperlakukan jenazah dengan penuh penghormatan sebagai bagian dari kepedulian kepada sesama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....