Petani Jagung di tengah Kemarau, Tantangan, Strategi dan Harapan
- 31 Agt 2026 05:45 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Menekuni dunia pertanian sejak usia sekolah dan melihat kebiasaan orang tua, akhirnya memilih bertahan sebagai petani karena dapat menikmati pekerjaan yang memberikan keleluasaan dalam mengatur waktu.
- Sampai saat ini sektor pertanian masih diminati generasi muda di Banyuasin.
- Para petani di Banyuasin diharapkan untuk terus meningkatkan efektivitas dan produktifitas dalam mengelola lahan dan mampu menghadapi cuaca dengan strategi yang tepat
RRI.CO.ID, Palembang - Menekuni dunia pertanian sejak usia sekolah dan melihat kebiasaan orang tua, akhirnya memilih bertahan sebagai petani karena dapat menikmati pekerjaan yang memberikan keleluasaan dalam mengatur waktu. Hal ini dijelaskan Sutanto Pengelola Lahan Pertanian Jagung ketika menjadi narasumber acara Suara Nusantara di Studio Pro 1 RRI Palembang, Rabu 26 Agustus 2026.
Sutanto menerangkan petani jagung menghadapi tantangan di tengah musim kemarau yang berdampak terhadap pertumbuhan tanaman. Sehingga ketersediaan air berkurang hingga meningkatnya serangan hama.
Musim kemarau memberikan pengaruh cukup besar terhadap lahan pertanian jagung. Ditambah minimnya pasokan air membuat pertumbuhan tanaman tidak optimal dan petani harus melakukan penanganan lebih intensif.
"Selain masalah air serangan hama juga menjadi tantangan lebih berat dibandingkan musim tanam biasa sehingga petani harus mengeluarkan tenaga dan biaya lebih untuk menjaga tanaman hingga masa panen," jelas Sutanto.
Untuk mengatasi keluhan air para petani menggunakan mesin pompa untuk mengalirkan air. Usaha ini dilakukan agar kebutuhan air tetap terpenuhi selama musim kemarau.
Sutanto menambahkan jagung membutuhkan kondisi air yang seimbang. Jika kekurangan air maka akan menghambat pertumbuhannya dan kalau kelebihan air juga menimbulkan masalah bagi tanaman jagung.
Sutanto mengharapkan peran Pemerintah dalam ketersediaan pupuk sangat dibutuhkan. Termasuk benih jagung untuk meringankan beban biaya produksi petani sehingga budidaya jagung bisa berjalan dan produktivitas tetap terjaga.
Sampai saat ini sektor pertanian masih diminati generasi muda di Banyuasin. Generasi muda tidak akan melupakan pertanian yang berperan penting dalam memenuhi kebutuhan pangan juga bahan baku seperti jagung untuk ternak.
"Para petani di Banyuasin diharapkan untuk terus meningkatkan efektivitas dan produktifitas dalam mengelola lahan dan mampu menghadapi cuaca dengan strategi yang tepat sehingga pertanian tetap menjadi sektor yang memberikan manfaat bagi masyarakat," pesan Sutanto menutup dialog.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....