Jaringan Air Tanah Bantu Petani OKU Atasi Sawah Tadah Hujan

  • 26 Agt 2026 09:10 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, OKU - Bupati OKU, Teddy Meilwansyah meninjau langsung proyek jaringan irigasi air tanah di Desa Marga Bakti, Kecamatan Sinar Peninjauan, Senin, 24 Agustus 2026. Pembangunan infrastruktur tersebut dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) VIII Sumatera Selatan.

Bupati Teddy mengatakan, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu menyambut baik pembangunan jaringan instalasi air tanah dari pemerintah pusat untuk mendukung program swasembada pangan nasional. Infrastruktur tersebut diharapkan membantu petani yang selama ini mengandalkan sistem sawah tadah hujan, terutama saat curah hujan rendah dan debit air sungai menyusut.

Teddy mengapresiasi bantuan pemerintah pusat tersebut karena dinilai dapat memperkuat produktivitas pertanian sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan petani.

"Kami atas nama pemerintah dan masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo. Tentu ini sangat membantu petani, apalagi di OKU banyak lahan sawah tadah hujan," ucap Teddy.

Menurutnya, Kabupaten OKU memiliki potensi besar dalam pengembangan lahan persawahan. Namun, ketersediaan air selama ini menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi petani.

Dengan adanya jaringan air tanah, lahan yang sebelumnya bergantung pada hujan dapat memperoleh pasokan air lebih stabil. Fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan masyarakat ketika menghadapi kondisi kekeringan.

"Tentu dengan hasil meningkat, panen yang stabil akan langsung mendongkrak ekonomi keluarga petani. Apalagi fasilitas air dari sumur dalam ini juga boleh digunakan masyarakat saat dilanda kekeringan," terang Teddy.

Teddy meminta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) ikut menjaga dan merawat seluruh fasilitas yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

"Tolong dengan kesadaran tinggi kita jaga bersama. Jangan sampai bangunan yang sudah bagus ini tidak bermanfaat karena rusak atau tidak dirawat," lanjutnya.

Ia juga meminta perangkat daerah terkait memanfaatkan peluang bantuan tambahan dari pemerintah pusat untuk memperluas infrastruktur pendukung pertanian di OKU.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen BBWS VIII Sumatera Selatan, Ir. Dian Anggraini, menjelaskan pembangunan tersebut merupakan bagian dari program jaringan irigasi air tanah. Secara keseluruhan, terdapat 60 titik pembangunan yang tersebar di tujuh kabupaten di Sumatera Selatan.

Khusus Kabupaten OKU, pembangunan difokuskan pada dua titik, yakni Desa Marga Bhakti 1 dan Marga Bhakti 2. Fasilitas yang dibangun meliputi rumah pompa, penampung mesin utama, pipa distribusi menuju lahan persawahan, tower untuk menjaga tekanan aliran, serta panel surya dan jaringan listrik PLN.

Dian menyebut kapasitas jaringan air tersebut mencapai sekitar dua liter per detik. Saat ini fasilitas masih dalam masa pemeliharaan hingga akhir September 2026 dan direncanakan diserahterimakan kepada Dinas Pertanian dan Pemkab OKU pada Oktober 2026 untuk selanjutnya dioperasikan secara penuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....