Gen Z Diminta Bijak Berermedsos Songsong Indonesia Emas 2045
- 30 Agt 2026 08:35 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Media digital saat ini tidak bisa dipisahkan dengan perkembangan teknologi sebagai pintu gerbang menuju Indonesia Emas 2045
- melalui komunitas atau organisasi bisa mendorong anak muda bukan hanya menjadi pengguna teknologi tapi penggerak perubahan.
- Diharapkan untuk membangun Indonesia Emas 2045 generasi muda dapat memanfaatkan kemajuan teknologi dengan baik dan gunakan secara bijaksana
RRI.CO.ID, Palembang - Perkembangan teknologi digital hari ini bukan sekadar sarana komunikasi, melainkan gerbang utama menuju visi besar Indonesia Emas 2045. Namun, di balik masifnya arus informasi, tantangan literasi digital bagi generasi muda kian mendesak untuk disikapi secara serius.
Hal tersebut mengemuka saat Digital Broadcaster, Aulia Nafaati, hadir sebagai narasumber dalam dialog Obrolan Komunitas di Studio Pro 1 RRI Palembang, Kamis, 28 Agustus 2026. Di hadapan pendengar, ia menekankan pentingnya peran anak muda dalam menyaring setiap informasi yang dikonsumsi sehari-hari.
"Kita sebagai generasi muda jangan langsung percaya, bisa memilahnya mana yang penting untuk diketahui seperti informasi dari BMKG dan informasi hiburan sebagai sarana pendidikan dan pengembangan diri," ujar Aulia.
Menurutnya, lanskap media sosial membawa dua sisi mata pisau yang berdampak langsung pada pola pikir remaja. Tanpa kemampuan memilah yang baik, mereka rentan terjebak dalam pusaran hoaks. Sebaliknya, jika dikelola dengan kesadaran tinggi, ruang digital justru menjadi wadah emas bagi para konten kreator untuk menggali potensi, mengasah skill, sekaligus menemukan jati diri yang berdampak positif bagi lingkungan.
Kebebasan berekspresi yang melekat pada karakter generasi muda, lanjut Aulia, tetap harus dibingkai dengan etika dan rasa tanggung jawab. Regulasi yang ada tidak boleh dipandang sebagai belenggu kreativitas, melainkan panduan agar karya yang dihasilkan tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Setiap anak muda disarankan untuk mengenali minat personal mereka—baik di bidang musik, seni, maupun hobi lainnya—lalu meramunya menjadi konten yang bernilai edukatif. Konten positif tidak selalu kaku, bahkan informasi seputar dunia pendidikan seperti tips beasiswa dan alur pendaftaran kuliah dapat dikemas menarik sesuai segmen usia target.
Melalui wadah komunitas dan organisasi, Aulia optimistis anak muda tidak sekadar menjadi penonton atau pengguna pasif teknologi, melainkan motor penggerak transformasi bangsa.
"Diharapkan untuk membangun Indonesia Emas 2045 generasi muda dapat memanfaatkan kemajuan teknologi dengan baik dan gunakan secara bijaksana sehingga nantinya digitalisasi akan berkembang dan bertranformasi berkembang kedepan," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....