Generasi Muda Dinilai Makin Terbuka pada Toleransi

  • 28 Agt 2026 06:58 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Masyarakat, terutama generasi muda, dinilai semakin terbuka dalam memandang dan menghargai perbedaan agama.
  • Perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk berinteraksi, bekerja sama, dan hidup berdampingan.
  • Toleransi dalam kehidupan sosial tetap harus dibedakan dengan urusan akidah dan keyakinan.

RRI.CO.ID, Palembang - Generasi muda saat ini dinilai semakin terbuka dalam menyikapi perbedaan agama dan kehidupan sosial. Perubahan tersebut terlihat dari meningkatnya sikap toleransi serta kemampuan masyarakat untuk berinteraksi dengan pemeluk agama lain tanpa menghilangkan prinsip keyakinan masing-masing.

Hal itu disampaikan da’iyah muda asal Palembang, Riska Umami, saat berbincang dalam program Spada Pro 2 RRI Palembang edisi Moderasi Beragama, Selasa, 25 Agustus 2026.

Menurut Riska, keterbukaan masyarakat terhadap praktik keagamaan kini jauh berbeda dibandingkan masa lalu. Ia mencontohkan penggunaan jilbab di lingkungan pendidikan yang saat ini semakin umum ditemui.

“Sekarang orang-orang pikirannya sudah terbuka, tidak lagi seperti dulu yang perspektifnya sempit memandang agama,” ujarnya.

Ia mengatakan, dahulu siswi atau mahasiswi yang mengenakan jilbab masih relatif sedikit. Namun, saat ini penggunaan jilbab bahkan telah menjadi bagian dari kebijakan di sejumlah sekolah dasar umum bagi siswi yang beragama Islam.

Di sisi lain, Riska menilai toleransi tidak berarti mencampuradukkan ajaran agama. Menurutnya, masyarakat tetap dapat membangun hubungan sosial dengan orang yang berbeda keyakinan selama prinsip agama masing-masing tetap dihormati.

Ia mencontohkan aktivitas ekonomi dan kehidupan sosial sehari-hari yang dapat dilakukan bersama umat berbeda agama. Dalam situasi tertentu, menurutnya, umat Muslim dapat menjalankan ibadah sementara masyarakat non-Muslim tetap membantu dalam urusan sosial.

“Dalam hal mu’amalah, interaksi sosial kita boleh dengan yang berbeda agama. Tetapi dalam urusan agama tetap ada ketegasan dan prinsip,” katanya.

Riska juga mengajak generasi muda untuk tidak merespons perilaku yang dianggap kurang baik dengan ejekan atau perundungan. Sebaliknya, ia mendorong anak muda untuk memberikan contoh yang baik serta merangkul lingkungan di sekitarnya.

Menurutnya, sikap saling menghargai menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....