Lebih dari Sekadar Panggung: Teras BW2 Asah Mental Pelajar Palembang

  • 26 Agt 2026 07:35 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Seni teater menjadi wadah pengembangan kreativitas siswa dan melatih keberanian tampil di depan publik.
  • Ekstrakurikuler Teras BW2 di SMA Bina Warga 2 Palembang telah menjadi pembinaan seni teater yang mengembangkan bakat dan kepercayaan diri siswa sejak awal hingga kini.
  • Kegiatan teater tidak hanya mengasah kemampuan seni peran tetapi juga melatih komunikasi, kerja sama, dan kepercayaan diri pelajar.

RRI.CO.ID, Palembang – Panggung seni teater sekolah bukan sekadar tempat mengolah seni peran dan menghafal naskah. Bagi pelajar SMA Bina Warga 2 Palembang yang tergabung dalam Teras BW2 (Teater Anak Sekolah Bina Warga 2), wadah ini menjadi ruang tempaan mental, melatih komunikasi, hingga membakar rasa percaya diri.

Pembina Teras BW2, Emma Permata Sari, mengungkapkan bahwa ekstrakurikuler ini memiliki rekam jejak panjang di sekolah, meski dirinya baru mulai intensif mengampu pembinaan sejak 2022. Dalam perjalanannya, menjaga konsistensi dan minat siswa menjadi perjuangan tersendiri di tengah gempuran kesibukan anak muda masa kini.

“Kadang anak-anak itu sebenarnya punya talenta, tetapi minat untuk latihan masih kurang. Mereka sudah capek pulang sekolah, ditambah bimbingan belajar dan kegiatan lainnya,” ujar Emma dalam sesi Obrolan Komunitas di Studio Pro 4 RRI Palembang, Kamis, 13 Agustus 2026.

Isu kelelahan hingga godaan gawai tak melunturkan langkah Teras BW2 untuk terus berkarya. Saat mempersiapkan diri menghadapi kompetisi, tim biasanya menghabiskan waktu hingga dua bulan untuk mematangkan naskah, musik, properti, serta olah peran. Ritme porsi latihan pun ditingkatkan secara drastis begitu memasuki satu pekan menjelang perlombaan.

“Khusus satu pekan sebelum lomba, latihan kami buat lebih intensif agar penguasaan naskah makin kuat dan anak-anak tidak kaku saat tampil di panggung,” jelas Emma.

Proses panjang ini memprioritaskan pendekatan praktis ketimbang teori. Setiap hari Senin, para anggota berkumpul untuk mengasah keterampilan teknis dengan materi pementasan yang disesuaikan pada minat serta karakter siswa. Namun, bagi Emma, pencapaian terbesar bukan sekadar piala atau tepuk tangan penonton, melainkan transformasi kepribadian para anggotanya.

Ia mengenang salah satu momen berkesan saat mendampingi seorang siswa yang dikenal sangat pemalu di rumah. Melalui proses latihan yang konsisten, siswa tersebut akhirnya berani berdiri di atas panggung dan tampil memukau di hadapan publik.

“Orang tuanya tidak menyangka anak yang biasanya diam di kamar bisa tampil di depan orang banyak. Sebagai pembina, kami merasa bangga dan bahagia,” ungkapnya.

Emma menuturkan bahwa restu orang tua memegang peranan krusial dalam keberhasilan proses pembinaan ini, mengingat persiapan perlombaan kerap menyita waktu di luar jam belajar formal. Ia berharap Teras BW2 terus melahirkan talenta-talenta muda yang tidak hanya berprestasi di panggung teater, tetapi juga memiliki karakter kuat untuk membawa nama harum daerah dan bangsa.

“Harapannya anak-anak lebih rutin latihan. Walaupun capek setelah pulang sekolah, rasa capek itu terbayarkan ketika ada hasil, baik saat pementasan maupun lomba,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....