Pelajar Palembang Kembangkan Biskuit Jangkrik Pencegah Stunting

  • 24 Agt 2026 07:25 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Allya Nadifa dari SMA Harapan Mulia Palembang mengembangkan biskuit berbahan jangkrik dan spirulina sebagai solusi pangan kaya protein untuk mengatasi stunting di Indonesia.
  • Gagasan penelitian ini difokuskan pada persoalan kesehatan dan lingkungan dengan menciptakan snack yang memiliki kandungan protein tinggi.
  • Pelajar Palembang semakin aktif mengembangkan berbagai gagasan penelitian inovatif yang menyasar persoalan sosial dan kesehatan masyarakat.

RRI.CO.ID, Palembang – Sejumlah pelajar di Palembang mulai mengembangkan berbagai gagasan penelitian yang menyasar persoalan kesehatan dan lingkungan. Salah satunya datang dari Allya Nadifa dari SMA Harapan Mulia Palembang, yang menggagas pengembangan biskuit berbahan jangkrik dan spirulina sebagai alternatif pangan kaya protein.

Allya mengungkapkan, gagasan tersebut diarahkan untuk membantu menjawab persoalan stunting di Indonesia. “Idenya tentang stunting di Indonesia. Kami membuat snack yang memiliki banyak protein,” katanya dalam Obrolan Komunitas Pro 4 RRI Palembang, Sabtu, 21 Agustus 2026.

Menurutnya, jangkrik dipilih karena memiliki kandungan protein yang tinggi. Bahan tersebut kemudian direncanakan diolah menjadi biskuit. Dalam pengembangannya, biskuit juga akan dikombinasikan dengan spirulina sebagai bahan tambahan.

Allya menyebut inovasi tersebut masih dalam tahap penelitian dan penulisan. Ia berharap gagasan tersebut dapat terus dikembangkan hingga menghasilkan produk yang dapat diterapkan.

Guru Matematika SMA Harapan Mulia, Hisyam Salahuddin, mengatakan, sekolah memberikan dukungan kepada siswa untuk mengembangkan penelitian dan berbagai kegiatan akademik. Menurutnya, dukungan diberikan selama siswa mengikuti prosedur perizinan dan tidak mengganggu kegiatan sekolah.

“Untuk Aktivitas penelitian siswa dapat berlangsung hingga sore hari di laboratorium IPA. Dukungan diberikan selama siswa mengikuti prosedur perizinan dan tidak mengganggu kegiatan sekolah,” jelasnya.

Hisyam berharap inovasi yang dikembangkan para siswa tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. “Semoga semua inovasi yang kita buat akhirnya bisa membuat negara ini atau bahkan dunia menjadi lebih baik,” ujarnya.

Berbeda dengan rekannya Allya, Azzam Rifat Elhafi, justru mengembangkan gagasan berbeda di bidang lingkungan. Ia berencana membuat sedotan biodegradable menggunakan pati dari biji nangka. “Biji nangka kami ambil ekstrak patinya. Bentuknya seperti pipet, tetapi bisa dimakan,” jelas Azam.

Menurutnya, penggunaan biji nangka menjadi alternatif karena bahan baku seperti durian bersifat musiman. Inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurangi penggunaan plastik sekaligus memanfaatkan limbah pangan.

Para pelajar juga berharap karya mereka dapat diterapkan di Indonesia maupun negara lain, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya. Mereka menilai dukungan orang tua, sekolah, komunitas, dan pemerintah menjadi faktor penting dalam mendorong anak muda terus berkarya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....