Menjaga Lisan Menjadi Jalan Mendapatkan Cinta Allah
- 15 Agt 2026 19:30 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Menjaga lisan merupakan bagian dari ketaatan kepada Allah, dengan menghindari perkataan buruk, fitnah, gunjingan, dan ucapan yang menyakiti orang lain.
- Setiap perkataan memiliki dampak, bukan hanya terhadap hubungan sosial, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi emosi dan kesehatan diri.
- Lisan yang baik berawal dari hati dan pikiran yang baik, sehingga memperbanyak zikir, ibadah, kesabaran, dan keikhlasan dapat membantu mengendalikan ucapan.
RRI.CO.ID, Palembang - Menjaga lisan menjadi salah satu hal penting dalam kehidupan seorang muslim karena setiap perkataan memiliki dampak bagi diri sendiri maupun orang lain. Lisan yang digunakan untuk kebaikan dapat menjaga hubungan sosial sekaligus menjadi bagian dari upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Hal tersebut disampaikan Ustazah RA Erika Septiana dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Palembang, Kamis, 13 Agustus 2026. Dalam kajiannya bertema Lisan yang Dicintai Allah, ia mengingatkan bahwa setiap perkataan manusia akan dimintai pertanggungjawaban.
Menurut Ustazah Erika, Islam telah memberikan tuntunan mengenai cara menggunakan lisan, termasuk menghindari perkataan buruk, fitnah, gunjingan, dan ucapan yang dapat menyakiti orang lain. Ia mengutip Surah An-Nisa ayat 148 yang menjelaskan bahwa Allah tidak menyukai perkataan buruk yang disampaikan secara terang-terangan, kecuali oleh pihak yang dizalimi.
“Lisan ini bergerak tanpa adanya tulang, sehingga terkadang manusia lupa bahwa setiap perkataan yang keluar memiliki makna dan dapat memengaruhi orang lain,” ujar Ustazah Erika. Karena itu, ia mengajak umat Islam membiasakan diri berkata baik atau memilih diam ketika tidak memiliki sesuatu yang bermanfaat untuk disampaikan.
Ustazah Erika juga menjelaskan, lisan memiliki peran penting dalam kehidupan sosial karena manusia tidak dapat hidup tanpa berinteraksi dengan orang lain. Namun, kebebasan berkomunikasi tetap perlu disertai kesadaran agar perkataan yang disampaikan tidak berubah menjadi fitnah, gunjingan, hinaan, maupun tindakan yang memperbesar persoalan.
Selain berdampak pada hubungan sosial, Ustazah Erika mengingatkan bahwa kebiasaan menggunakan lisan untuk hal-hal negatif dapat memicu tekanan dan emosi dalam diri. Karena itu, menjaga hati, pikiran, dan lisan melalui zikir, ibadah, kesabaran, serta keikhlasan dinilai penting untuk membantu seseorang mengendalikan diri.
Ia juga mengingatkan pentingnya meminta maaf apabila perkataan yang disampaikan telah menyakiti orang lain. Jika orang yang pernah disakiti sudah sulit ditemukan, umat Islam tetap dianjurkan memohon ampun kepada Allah dan berdoa agar diberikan kesempatan untuk menyelesaikan kesalahan tersebut.
Ustazah Erika mengajak pendengar untuk menjadikan lisan sebagai sarana menyampaikan kebaikan dan menjaga perasaan orang lain. Menurutnya, menjaga perkataan bukan hanya mencerminkan citra diri di hadapan sesama manusia, tetapi juga menjadi salah satu jalan untuk mendapatkan cinta dan keberkahan dari Allah SWT.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....