Tiga Tahapan yang Dapat Membawa Kehancuran Umat
- 05 Agt 2026 19:00 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Hilangnya rasa malu menjadi tahapan awal yang dapat membawa kehancuran seseorang maupun suatu bangsa.
- Setelah rasa malu hilang, seseorang lebih mudah mengabaikan amanah dan tanggung jawab yang diembannya.
- Hilangnya kasih sayang dapat memicu permusuhan dan amarah sehingga umat diajak menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
RRI.CO.ID, Palembang - Hilangnya rasa malu, amanah, dan kasih sayang dapat menjadi tahapan yang membawa kehancuran seseorang maupun suatu bangsa. Ketiga hal tersebut menjadi pengingat agar umat Islam senantiasa menjaga akhlak dan menjalankan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Palembang, Selasa, 4 Agustus 2026, Ustaz Kgs A Ridhuan membahas tiga tahapan yang menghancurkan umat. Ia menjelaskan pembahasan tersebut berdasarkan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Ibnu Majah.
“Suatu umat atau bangsa mengalami pasang surut ada saat hidup dengan kemuliaan dan kejayaan, namun pada saat yang lain berada dalam kehinaan dan kesengsaraan,” ujarnya. Menurutnya, hadis tersebut mengingatkan umat Islam agar tidak menjadi bagian dari masyarakat yang mengalami keterpurukan.
Ustaz Ridhuan menjelaskan bahwa tahapan pertama yang dapat menghancurkan umat adalah hilangnya rasa malu. Menurutnya, rasa malu merupakan salah satu cabang iman yang membuat seseorang enggan melakukan perbuatan yang dilarang Allah SWT dan Rasulullah SAW.
Ia mengatakan, setelah rasa malu hilang, seseorang akan lebih mudah mengabaikan amanah yang menjadi tanggung jawabnya. Amanah tidak hanya berupa titipan, tetapi juga segala bentuk kepercayaan yang diberikan Allah SWT maupun sesama manusia.
Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa hilangnya kasih sayang dapat memicu permusuhan dan membuat seseorang mudah dikuasai amarah. Karena itu, umat Islam diajarkan untuk menjaga hubungan baik, saling menghormati, serta mampu mengendalikan emosi.
Ustaz Ridhuan mengajak masyarakat menjaga rasa malu, menunaikan amanah, dan mengendalikan amarah dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap nilai-nilai tersebut dapat menjadi bekal untuk membangun kehidupan yang lebih baik sesuai ajaran Islam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....