Memaknai Rahmatan Lil'alamin dari Akhlak Rasulullah

  • 03 Agt 2026 13:00 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Begitu indah akhlak Rasulullah yang selalu diceritakan para ulama dan guru guru terdahulu, terdahulu mengenai akhlak Rasulullah manusia yang sungguh luar biasa adabnya.
  • akhlak Rasulullah seperti Al Qur'an, apapun yang dilakukannya termasuk apa yang diucapkannya.
  • Kuatkan iman kita, semoga kita nantinya akan sedikit demi sedikit meniru apa yang dilakukan Rasulullah dan meneruskan perjuangannya melalui dakwah,

RRI.CO.ID, Palembang - Begitu indah akhlak Rasulullah yang selalu diceritakan para ulama dan guru guru terdahulu, terdahulu mengenai akhlak Rasulullah manusia yang sungguh luar biasa adabnya. Hal ini ditegaskan Penyuluh Agama Islam Kankemenag Kota Palembang, Ustaz Asep Saepuddin, ketika menjadi narasumber acara Mimbar Agama Islam di Pro 1 RRI Palembang, Kamis, 30 Juli 2026.

Ustaz Asep menerangkan, akhlak Rasulullah seperti Al Qur'an, apapun yang dilakukannya termasuk apa yang diucapkannya. Bahkan disebutkan dalam hadis yang memiliki makna diutusnya Rasul oleh Allah ke muka bumi untuk menyempurnakan akhlak.

Ketika zaman kala itu akhlak manusia sangat buruk dan kacau, terbukti ketika Rasul ke kota Thaif. Bukan penyambutan yang baik malahan disambut dengan kotoran unta dan batu.

"Kejadian di kota Thaif tidak dibalas dengan keburukan tetapi Rasulullah mendoakan untuk kebaikan rakyat Kota Thaif, padahal Rasullullah bisa saja mebinasakan rakyat Thaif melalui makaikat Jibril tapi karena akhlak mulia Rasulullah maka tidak Ia laksanakan," tegas Ustaz.

Ustaz menambahkan akhlak Rasulullah mengajarkan bahwa sejahat apapun orang terhadap diri kita maka kita jangan balik marah atau membenci. Rasul mengajarkan kita untuk memaafkan mereka.

Akhlak Rasulullah yang perlu diteladani yaitu sayangilah orang yang selalu marah dengan kita. Kemudian memberilah dengan orang yang tak pernah memberi kita.

Ustaz menjelaskan contoh akhlak Rasul yang dapat kita lakukan ketika ada tetangga yang tidak pernah memberi dengan kita. Maka Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk memberi kepada mereka walaupun sedikit sehingga kita akan meraih ketinggian dua sisi Allah.

Banyak kisah kisah yang menjelaskan akhlak Rasul seperti pengemis buta yang setiap hari didatangi beliau dan membawa makanan. Ketika Rasulullah tiada lagi digantikan sahabat Rasulullah yaitu Abu Bakar yang menangis karena akhlak Rasulullah kepada pengemis buta yang sangat luar biasa menyuap pengemis itu dengan kasih sayang.

Kisah pengemis buta dengan Rasulullah mengajarkan kepada kita bahwa walaupun dicaci orang lain jangan pernah membalasnya dengan keji. Balasla perbuatan itu dengan kebaikan dan kesabaran karena Allah.

"Kuatkan iman kita, semoga kita nantinya akan sedikit demi sedikit meniru apa yang dilakukan Rasulullah dan meneruskan perjuangannya melalui dakwah, tetap bersatu, jangan terpecah belah dan jangan saling menghina satu sama lainnya," pesan Ustaz menutup dialog.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....