Memaknai Bulan Muharam, Momentum Introspeksi dan Perbanyak Amal
- 23 Jul 2026 08:25 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Bulan Muharam bukan sekadar awal tahun Hijriah, tetapi menjadi waktu yang tepat bagi umat Islam untuk melakukan evaluasi diri, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan kualitas ibadah.
- Umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan, seperti berpuasa pada hari Asyura, bersedekah, berdoa, mengikuti pengajian, serta melakukan berbagai kegiatan keagamaan yang memperkuat keimanan.
- Semangat Muharam hendaknya tercermin melalui perubahan perilaku yang lebih baik, mempererat silaturahmi, meningkatkan kepedulian sosial, dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT maupun sesama manusia.
RRI.CO.ID, Palembang - Meski disaat ini kita berada di bulan safar, kita tahu sebelumnya ada bulan Muharam, dimana umat Islam di berbagai daerah menyambut datangnya tahun baru Hijriah dengan beragam kegiatan keagamaan. Mulai dari doa bersama, santunan kepada anak yatim, pengajian, hingga kajian tentang makna hijrah menjadi bagian dari tradisi yang mengingatkan pentingnya perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
Muharam merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah dan termasuk salah satu dari empat bulan yang dimuliakan dalam Islam. Karena keutamaannya, banyak umat Muslim memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak sedekah, serta melakukan introspeksi atas perjalanan hidup selama setahun terakhir.
Ustaz Dian Kristiawan mengatakan bahwa Muharam bukan sekadar pergantian tahun dalam penanggalan Islam, melainkan waktu yang tepat untuk memperbaiki kualitas diri. Muharam mengajarkan bahwa setiap pergantian waktu adalah kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
"Hijrah bukan hanya berpindah tempat, tetapi juga berpindah dari kebiasaan buruk menuju akhlak yang lebih mulia," ungkapnya dalam Mutiara Pagi RRI, Kamis, 23 Juli 2026. Ia juga mengingatkan bahwa salah satu amalan yang dianjurkan pada bulan Muharam adalah berpuasa, khususnya pada hari Asyura (10 Muharam), yang memiliki keutamaan sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW.
Menurutnya, semangat Muharam hendaknya diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling membantu, menjaga silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. "Jangan jadikan Muharam hanya sebagai seremonial pergantian tahun. Yang lebih penting adalah adanya perubahan nyata dalam perilaku, ibadah, dan kepedulian sosial," tambahnya.
Momentum Muharam diharapkan tidak hanya menjadi penanda bertambahnya usia dalam kalender Hijriah. Muharam menjadi awal lahirnya semangat baru untuk membangun kehidupan yang lebih baik, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....