Tips Aman Berkendara saat Cuaca Panas

  • 14 Mei 2026 14:50 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Disarankan menggunakan helm berstandar SNI dengan ventilasi udara yang baik. Penggunaan jaket, sarung tangan, dan sepatu dapat membantu melindungi tubuh dari paparan panas matahari secara langsung.
  • Perbanyak konsumsi air putih sebelum maupun sesudah perjalanan guna mencegah dehidrasi.
  • Pemeriksaan tekanan ban, oli, radiator, serta sistem pengereman dinilai penting dilakukan sebelum berkendara, terutama ketika suhu jalan meningkat akibat cuaca panas.

RRI.CO.ID, Palembang - Cuaca panas masih dirasakan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan data BMKG Sumsel, suhu maksimum di wilayah tersebut pada 2026 sempat mencapai sekitar 34,9 derajat Celsius akibat tingginya intensitas sinar matahari dan minimnya tutupan awan. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi kondisi fisik pengendara, terutama saat melakukan perjalanan dalam waktu cukup lama.

Paparan cuaca panas berlebih diketahui dapat menyebabkan tubuh lebih cepat lelah, dehidrasi, hingga menurunkan konsentrasi ketika berada di jalan. Karena itu, pengendara diimbau lebih memperhatikan kondisi tubuh maupun kendaraan sebelum bepergian.

Safety Riding & Community Supervisor Astra Motor Sumsel, Fathan Nayoda, mengatakan pengendara perlu menjaga kondisi fisik agar tetap prima selama berkendara di tengah cuaca panas. Menurutnya, rasa lelah yang muncul akibat suhu tinggi dapat meningkatkan risiko kehilangan fokus saat berada di jalan raya.

“Pengendara perlu menjaga kondisi tubuh tetap fit dan memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum digunakan. Jangan memaksakan diri berkendara saat tubuh mulai lelah karena risiko kehilangan fokus di jalan akan meningkat,” kata Fhatan dalam siaran pers yang diterima RRI, Rabu, 13 Mei 2026.

Selain kondisi tubuh, perlengkapan berkendara juga menjadi hal penting yang perlu diperhatikan. Pengendara disarankan menggunakan helm berstandar SNI dengan ventilasi udara yang baik agar tetap nyaman digunakan saat cuaca terik. Penggunaan jaket, sarung tangan, dan sepatu juga dinilai dapat membantu melindungi tubuh dari paparan panas matahari secara langsung.

Pengendara juga dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih sebelum maupun sesudah perjalanan guna mencegah dehidrasi. Cuaca panas membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan sehingga kondisi fisik bisa menurun jika tidak diimbangi asupan air yang cukup.

Selain itu, perjalanan jarak jauh sebaiknya disertai waktu istirahat secara berkala. Pengendara disarankan berhenti setiap satu hingga dua jam untuk meregangkan tubuh dan mengembalikan konsentrasi agar terhindar dari risiko microsleep di jalan.

Faktor keselamatan lain yang perlu diperhatikan adalah kondisi kendaraan. Pemeriksaan tekanan ban, oli, radiator, serta sistem pengereman dinilai penting dilakukan sebelum berkendara, terutama ketika suhu jalan meningkat akibat cuaca panas.

Di sisi lain, pengendara juga diminta tetap menjaga fokus dan mengendalikan emosi saat berada di jalan. Suhu panas yang tinggi terkadang dapat memicu rasa tidak nyaman hingga memengaruhi konsentrasi selama perjalanan.

Dengan meningkatnya suhu udara di sejumlah wilayah, kesadaran terhadap keselamatan berkendara dinilai menjadi hal penting agar perjalanan tetap aman dan nyaman meski dilakukan di tengah cuaca panas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....