Cek Bagus Palembang Siap Jadi Duta Budaya, Mental Jadi Bekal Utama

  • 30 Jun 2026 09:35 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Merasa bangga setelah berhasil dinobatkan sebagai Cek Bagus Palembang 2026 dan sekaligus menjadi amanah besar untuk memperkenalkan budaya Palembang ke masyarakat.
  • Setelah menjadi duta budaya ada amanah yang dilakukan yaitu memperkenalkan budaya Palembang.
  • Generasi muda diharapkan untuk bangga dan berperan aktif untuk melestarikan budaya daerah dan adanya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah dan pemanfaatan teknologi akan membawa budaya Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Amanah besar yang akan dijalankan sekaligus tanggung jawab setelah menjadi pemenang Cek Bagus Palembang yaitu aktif memperkenalkan budaya Palembang ke masyarakat. Hal ini dijelaskan Joean Medy Absyansah Cek Bagus Palembang 2026 ketika menjadi narasumber acara Obrolan Komunitas di Studio Pro 1 RRI Palembang, Selasa, 23 Juni 2026.

Joean menerangkan dengan bekal pengalaman berbagai ajang duta daerah dan kampus menjadi bekal yang sangat membantu. Apalagi persaingan saat ini semakin ketat di tingkat Kota Palembang.

Kompetisi tahun ini diikuti oleh peserta yang punya kemampuan yang luar biasa. Mulai dari kemampuan berbicara di depan umum sampai pengalaman berorganisasi para finalis menjadi tantangan tersendiri.

"Mental menjadi bekal utama untuk mengikuti kompetisi ditambah juga keberanian tampil di hadapan para juri menjadi penentu keberhasilan peserta," tambah Joean.

Tantangan terbesar lain adalah membagi waktu antara aktivitas akedemik dan proses karantina. Beruntungnya pihak kampus mendukung sehingga bisa dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Joean menambahkan faktor penentu lain kesehatan peserta selama proses seleksi. Ditambah jadwal padat yang menuntut kondisi fisik yang sehat untuk sampai ke malam grand final.

Setelah menjadi duta budaya ada amanah yang dilakukan yaitu memperkenalkan budaya Palembang. Mulai dari sejarah kerajaan Sriwijaya sampai bahasa khas Palembang menjadi fokus utama.

Penggunaan bahasa Bebaso yang kembali dikenalkan yaitu bahasa halus masyarakat Palembang yang jarang digunakan. Bahasa tersebut menjadi identitas budaya yang harus dilestarikan.

Perkembangan media sosial seperti penggunaan Artificial Intelligence ( AI ) menjadi sarana efektif untuk mengenalkan budaya kepada generasi muda. Konten kreatif dan edukatif akan mampu menjangkau masyarakat luas.

"Generasi muda diharapkan untuk bangga dan berperan aktif untuk melestarikan budaya daerah dan adanya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah dan pemanfaatan teknologi akan membawa budaya Palembang semakin dikenal baik tingkat Nasional dan Internasional," pesan Joean menutup dialog.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....