Bahaya Mencintai Kehidupan Dunia Secara Berlebihan

  • 09 Jun 2026 21:03 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Ditempatkannya kita di dunia sungguh memiliki makna tersendiri yang membuat kita menggunakan akal untuk melewati masa kehidupan di dunia.
  • kehidupan dunia adalah ladang cobaan kita
  • Ingatkan diri kita dan keluarga, jangan biarkan hidup di dunia ini membuat kita lupa dan menghilangkan penyakit cinta dunia yang berlebihan

RRI.CO.ID, Palembang -Ditempatkannya kita di dunia sungguh memiliki makna tersendiri yang membuat kita menggunakan akal untuk melewati masa kehidupan di dunia. Hal ini disampaikan Ustazah Erika Septiana Dosen Prodi Ilmu Qur'an Tafsir dan Prodi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Raden Fatah Palembang ketika menjadi narasumber acara Mutiara Pagi melalui telpon di Studio Pro 1 RRI Palembang, Kamis 4 Juni 2026.

Ustazah Erika menerangkan kehidupan dunia sudah kita lalui dari rahim kandungan ibunda kita. Selanjutnya Allah menempatkan kita di muka bumi seperti perjalanan yang tidak kekal bagi manusia.

"Kehidupan tidak kekal ini artinya akan ada kehidupan yang lebih panjang fasenya yaitu alam akhirat, maka di dunia ini semua bersifat sementara tidak akan abadi," tambah Ustazah.

Kewaspadaan manusia seringkali hilang ketika manusia sudah mendapatkan sesuatu yang sifatnya materi. Materi artinya bukan harta saja tapi yang bisa dirasakan dan diraih oleh manusia.

Semua hal yang akan diraih dan dicita citakan manusia harus waspada dengan satu hal peringatan dari Allah. Peringatan ini banyak Allah terapkan salah satunya dari Surah Al Hijr ayat 3.

Peringatan Allah mengenai angan angan dalam ayat tersebut terkadang membenamkan manusia dalam keikhilafan. Sehingga membuat manusia menjalani kehidupan hanya diatas angan angan kosong, kita kira itu adalah hal yang memang kita cari.

Ustazah Erika menambahkan kepemilikan yang Allah berikan kepada kita adalah titipan seperti suami, istri dan anak yang membahagiakan kita. Bahkan kita lupa mengumpulkan harta dan lupa menikmatinya.

Semua kenikmatan itu membuat lupa bahwa itu jebakan atas apa yang kita perbuat dan jauh dari Allah. Selain itu hawa nafsu yang kadang mengalihkan kita dari hakikat sesungguhnya apa yang kita cari.

Manusia sering lupa yang dikejar itu adalah gengsi hidup di dunia yaitu merasa harta adalah tanda kasih sayang Allah. Padahal semua itu sebagai jalan agar kita bersyukur dan tidak kufur nikmat.

Hal berikutnya agar kita ingat bahwa kehidupan dunia adalah ladang cobaan kita. Allah menempatkan kita di dunia agar kita menempatkan ibadah menjadi tujuan utama dalam kehidupan kita.

"Ingatkan diri kita dan keluarga, jangan biarkan hidup di dunia ini membuat kita lupa dan menghilangkan penyakit cinta dunia yang berlebihan, selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah kepada kita," pesan Uztazah Erika menutup dialog.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....