Menjadi Manusia Bahagia di Dunia menuju Surga Allah

  • 09 Jun 2026 20:57 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Setiap manusia apapun profesi, kedudukannya dan tingkat sosialnya pada hakikatnya menginginkan hidup bahagia dan kelak masuk surga Allah.
  • Hakikat manusia ingin hidup bahagia harusla punya hati yang selalu terpaut kepada Allah
  • Selain sabar manusia bertakwa meraih bahagia dengan ikhlas dan rida atas ketetapan Allah atas usaha yang telah dilakukan.

RRI.CO.ID, Palembang - Setiap manusia apapun profesi, kedudukannya dan tingkat sosialnya pada hakikatnya menginginkan hidup bahagia dan kelak masuk surga Allah. Hal ini dijelaskan Ustaz Sulaiman M Urif Pengasuh Al Iman Center Palembang ketika menjadi narasumber acara Mimbar Agama Islam melalui telpon di Studio Pro 1 RRI Palembang, Kamis 4 Juni 2026.

Ustaz Sulaiman menerangkan arti bahagia dalam Islam adalah mencari menggapai ridho Allah. Padahal banyak orang selalu mengejar dunia baik pangkat, harta dan jabatan padahal bahagia itu mengharapkan rida Allah.

"Ketika Allah sudah rida kepada kita dengan perbuatan dan tindakan kita maka manusia itu akan mendapatkan kebahagiaan sehingga bahagia dalam Islam merupakan dengan bahagia dengan mencari dan menggapai rida Allah," tegas Ustaz.

Bagaimana kita mencari dan menggapai rida Allah tentu dengan melaksanakan segal perintah Allah dan menjauhi semua larangan. Jika kedua hal ini kita pegang dalam kehidupan maka manusia itulah yang mendapatkan kebahagiaan dunia menuju surga Allah.

Ustaz menambahkan manusia pada hakikatnya di dunia akan diuji dengan dua hal. Pertama adalah kematian dan kedua kehidupan. Seandainya kedua hal ini dapat dilalui dengan baik maka kita akan bahagia.

Jika diuji dengan kehidupan mungkin hidup tidak punya harta atau punya anak anak tetapi jauh dari harapan orang tuanya. Semua profesi dan kedudukan kita akan diuji dengan dua hal tersebut.

Hakikat manusia ingin hidup bahagia harusla punya hati yang selalu terpaut kepada Allah. Hal inilah dikatakan manusia paling bahagia baik dalam kondisi hati yang selamat hati yang selalu terpaut kepada Allah.

Terpaut artinya tetap istiqamah menjadi orang yang bertakwa dan beriman kepada Allah. Ketika kita berbuat dosa maka bersegeralah mohon ampunan kepada Allah karena orang yang bertakwa pasti bahagia didunia kelak menuju surga Allah.

Ketika hati sudah terpaut kepada Allah maka ia akan selalu memiliki sifat sabar ketika mendapatkan kegagalan dalan kehidupan. Selain sabar manusia bertakwa meraih bahagia dengan ikhlas dan rida atas ketetapan Allah atas usaha yang telah dilakukan.

"Semoga kita semua akan mendapatkan kebahagiaan dunia dengan mempersiapkan dan melaksanakan amal kebaikan, selalu istiqamah dijalan Allah untuk menuju surganya Allah," pesan Ustaz menutup dialog.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....