Kurban Simbol Cinta dan Ketaatan kepada Allah

  • 03 Jun 2026 09:46 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Kurban bukan hanya tentang penyembelihan hewan pada hari istimewa di Hari Raya saja tetapi merupakan simbol cinta yang diwujudkan melalui pengorbanan dan ketaatan kepada Allah
  • Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menjadi teladan dalam menempatkan Allah di atas segala kecintaan dunia
  • Nilai utama kurban terletak pada ketakwaan dan keikhlasan, bukan pada jumlah atau nilai hewan kurban

RRI.CO.ID, Palembang - Ibadah kurban tidak hanya dimaknai sebagai penyembelihan hewan pada Hari Raya Iduladha. Kurban juga menjadi simbol cinta, pengorbanan, dan ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT.

Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam Kankemenag Kota Palembang, Ustaz Andi Irawan. Ia menjadi narasumber program Mutiara Pagi melalui sambungan telepon di Studio Pro 1 RRI Palembang, Sabtu, 30 Mei 2026.

Menurut Ustaz Andi, makna kurban dapat dipahami melalui kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Kisah tersebut menjadi teladan tentang menempatkan cinta kepada Allah di atas segala kecintaan lainnya.

Ia menjelaskan Nabi Ibrahim AS mendapat ujian keimanan saat diperintahkan mengurbankan putranya. Peristiwa tersebut menunjukkan bentuk ketaatan dan kepatuhan yang luar biasa kepada Allah SWT.

“Anak tercinta Nabi Ismail AS ternyata menunjukkan keteladanan luar biasa dalam menerima perintah Allah sehingga cintanya kepada Allah tidak boleh kalah dengan cintanya kepada kehidupan dunia,” ujarnya.

Ustaz Andi mengatakan kurban mengajarkan umat Islam untuk menjadikan Allah sebagai tujuan utama dalam kehidupan. Pengorbanan yang dilakukan dengan ikhlas menjadi bukti keimanan seorang hamba kepada Tuhannya.

Selain itu, ibadah kurban juga menjadi bentuk rasa syukur atas berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT. Melalui kurban, umat Islam diajak mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Menurutnya, keteladanan Nabi Ibrahim AS masih sangat relevan diterapkan dalam kehidupan saat ini. Nilai ketaatan dapat diwujudkan melalui pelaksanaan ibadah dan kepatuhan terhadap perintah agama.

Ia mencontohkan ketaatan tersebut dapat dilakukan melalui salat, puasa, zakat, dan berbagai amal ibadah lainnya. Sikap itu menjadi bagian dari upaya meneladani jejak para nabi dalam kehidupan sehari-hari.

Ustaz Andi menegaskan nilai utama dalam ibadah kurban bukan terletak pada jumlah maupun harga hewan yang disembelih. Allah SWT lebih melihat ketakwaan dan keikhlasan dari orang yang melaksanakan kurban.

Karena itu, umat Islam diingatkan agar tidak hanya memandang kurban sebagai simbol semata. Ibadah tersebut harus dimaknai sebagai sarana memperkuat keimanan dan kedekatan kepada Allah SWT.

“Mari kita terus meneladani ketulusan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam kehidupan sehari-hari. Niatkan setiap pekerjaan hanya karena Allah agar hidup dipenuhi ketakwaan dan keberkahan,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....