Keutamaan Qurban dan Infak dalam Mendekatkan Diri kepada Allah

  • 17 Mei 2026 06:22 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Menjelang Idul Adha, dua amalan dengan nilai sosial tinggi kembali menjadi perhatian umat Islam: qurban dan infak. Keduanya disebut ulama sebagai ibadah yang menghubungkan hubungan manusia dengan Allah dan hubungan manusia dengan sesama.

Qurban dan infak memiliki dasar kuat dalam Al-Qur’an dan hadis. Keduanya bukan sekadar ritual, tapi mekanisme distribusi harta yang menjaga keseimbangan sosial.

Ustaz H. Sarmuji Marzuki selaku Penyuluh Agama Islam Kabupaten Musi Banyuasin pada saat Dialog Mutiara Pagi Selasa, 12 Mei 2026 menjelaskan bahwa ibadah qurban memiliki makna spiritual yang mendalam bagi umat Islam. Menurutnya, qurban bukan hanya sekadar penyembelihan hewan, tetapi juga menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Qurban itu mengalihkan kita lebih dekat dengan Allah. Kita terus mendekatkan diri dengan Allah,” ujarnya.

Ia juga menyoroti masih banyak masyarakat yang belum memahami makna qurban secara utuh. Sarmuji mengatakan bahwa inti dari qurban adalah upaya mendekatkan diri kepada Sang Pencipta melalui keikhlasan dan pengorbanan. “Banyak manusia yang tidak qurban, padahal makna qurban itu dekat dengan Allah,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sarmuji menerangkan bahwa hukum qurban dalam Islam bukanlah kewajiban mutlak bagi seluruh umat Muslim. Ia menegaskan bahwa orang yang tidak melaksanakan qurban tidak berdosa, sebab ibadah tersebut termasuk sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan. “Qurban itu tidak wajib, orang yang tidak qurban tidak berdosa, tetapi sunnah muakkadah,” jelasnya.

Menurutnya, perintah qurban juga tidak hanya ditujukan kepada orang kaya semata. Ia menilai siapa pun yang memiliki kemampuan untuk membeli hewan qurban dianjurkan untuk melaksanakannya. “Qurban itu perintah, bukan untuk orang kaya, tetapi untuk orang yang bisa membelinya,” kata Sarmuji.

Selain sebagai bentuk ketaatan, qurban juga membawa manfaat besar dalam kehidupan seorang Muslim. Sarmuji menyebut salah satu manfaat utama qurban adalah meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Melalui qurban, seseorang diajarkan tentang keikhlasan, kepedulian sosial, serta rasa syukur atas rezeki yang dimiliki. “Manfaat qurban yang pertama meningkatkan keimanan kita,” ungkapnya.

Islam tidak memberatkan umatnya dalam beribadah. Menurutnya, masyarakat yang belum mampu secara ekonomi tidak diwajibkan untuk berqurban. Ia mengimbau agar kebutuhan pokok keluarga tetap menjadi prioritas utama, sebab qurban hanya dianjurkan bagi mereka yang memiliki kemampuan lebih setelah kebutuhan sehari-hari tercukupi

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....