Manfaat Memahami Perumpamaan Al-Qur’an dalam Kehidupan

  • 07 Mei 2026 12:26 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Al-Qur’an banyak menggunakan amtsal atau perumpamaan untuk menjelaskan hal-hal yang abstrak agar mudah dipahami manusia. Perumpamaan ini menjadi metode dakwah yang efektif karena menyentuh logika dan rasa.

Ustaz Imron Taslim selaku mudir Ponpes Tadabur Al-Qur’an Palembang dalam Dialog Mutiara Pagi Selasa, 5 Mei 2026 menjelaskan bahwa Al-Qur’an banyak menggunakan perumpamaan (amsal) sebagai metode penyampaian pesan agar lebih mudah dipahami oleh manusia. Perumpamaan tersebut tidak hanya bersifat ilustratif, tetapi juga mengandung nilai edukatif dan reflektif bagi kehidupan sehari-hari.

Ia mencontohkan salah satu perumpamaan tentang orang yang tidak membaca atau tidak mengamalkan Al-Qur’an, yang diibaratkan seperti keledai yang membawa kitab. Menurutnya, gambaran ini menunjukkan bahwa ilmu tanpa pemahaman dan pengamalan tidak memberikan manfaat yang berarti.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan perumpamaan bagi orang-orang musyrik yang diibaratkan seperti laba-laba. Perumpamaan ini menggambarkan kelemahan, karena rumah laba-laba merupakan tempat tinggal yang paling rapuh dan mudah hancur.

“Ketika disentuh sedikit saja, ia mudah rusak, menunjukkan betapa lemahnya sandaran selain kepada Allah,” ujar Ustaz Imron Taslim dalam dialog tersebut. Ia menegaskan bahwa perumpamaan ini mengajak manusia untuk tidak bergantung pada selain Tuhan.

Selain itu, Ustaz Imron Taslim menyoroti perumpamaan tentang kesombongan manusia. Ia menyampaikan bahwa orang yang sombong tidak akan masuk surga, sebagaimana digambarkan dalam Al-Qur’an seperti mustahilnya seekor unta masuk ke dalam lubang jarum.

Al-Qur’an turun untuk semua zaman. Perumpamaan adalah bahasa langit yang membumi. Tugas manusia adalah merenung, lalu mengamalkannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....