Langkah yang Harus Dilakukan setelah Mobil Terendam Banjir

  • 29 Apr 2026 09:35 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Hujan yang deras sering menghadirkan banjir di berbagai wilayah termasuk Palembang, banyak pengendara terpaksa menghadapi situasi sulit saat kendaraan mereka harus menerjang genangan air. Tidak sedikit yang panik ketika mobil mulai terasa berbeda setelah melewati banjir, mulai dari mesin yang berat hingga munculnya kekhawatiran akan kerusakan. Padahal, kondisi seperti ini masih bisa ditangani dengan langkah yang tepat.

Berdasarkan informasi dari laman resmi mitsubishi-motors.co.id, ada beberapa langkah penting yang harus dilakukan setelah mobil menerjang banjir agar tetap aman dan tidak mengalami kerusakan lebih parah. Langkah pertama yang paling penting adalah jangan langsung menyalakan mesin setelah mobil terkena banjir. Tindakan ini justru berisiko menyebabkan kerusakan fatal seperti korsleting atau water hammer jika air sudah masuk ke ruang mesin.

Selanjutnya, pemilik kendaraan disarankan untuk mematikan seluruh sistem kelistrikan dan melepas aki. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya korsleting yang bisa merusak komponen elektronik pada mobil. Setelah itu, mobil sebaiknya segera dibawa ke bengkel untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Langkah berikutnya adalah memeriksa kondisi oli dan transmisi. Air yang masuk ke dalam oli bisa menyebabkan pelumasan tidak optimal dan merusak mesin secara perlahan. Jika oli terlihat keruh atau berubah warna, maka perlu segera diganti, bahkan bisa dilakukan lebih dari sekali untuk memastikan benar-benar bersih.

Selain itu, bagian bawah kendaraan juga perlu perhatian khusus. Kolong mobil, rem, dan radiator harus dibersihkan dari lumpur atau kotoran yang terbawa banjir. Jika tidak dibersihkan, kotoran tersebut dapat menyebabkan karat, rem lengket, hingga gangguan pada sistem pendinginan.

Pengendara harus mewaspadai risiko water hammer, yaitu kondisi ketika air masuk ke ruang bakar dan menghambat kerja piston. Gejalanya bisa ringan seperti mesin brebet, tetapi jika dibiarkan dapat menyebabkan kerusakan serius pada mesin.

Komponen lain yang juga perlu diperiksa adalah filter udara, sekring, dan sistem elektronik. Air yang masuk melalui celah kecil dapat membuat filter basah dan menyebabkan mesin tidak bekerja optimal, sementara kelembapan bisa memicu korosi pada sistem kelistrikan.

Selain bagian mesin, kondisi interior juga tidak boleh diabaikan. Jika air masuk ke kabin, segera keringkan karpet dan bagian dalam mobil untuk mencegah jamur, bau tidak sedap, serta kerusakan pada perangkat elektronik di dalamnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....