Ekspektasi Tinggi Bisa Hambat Kinerja Marketing
- 30 Apr 2026 16:12 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Ekspektasi hasil cepat terhadap marketer dinilai masih sering terjadi di dunia bisnis. Banyak perusahaan berharap penjualan meningkat dalam waktu singkat.
Praktisi marketing Ignatius Suntung menilai marketer kerap dituntut memberi hasil instan. Padahal, proses pemasaran membutuhkan waktu dan strategi yang matang.
“Marketer itu sering dianggap seperti magician. Masuk satu dua bulan, hasilnya langsung naik,” katanya. Pernyataan itu disampaikan dalam program Market Think pada Senin, 24 April 2026.
| Baca juga: Rahasia Kinerja Tinggi tanpa Burnout |
Menurut Ignatius Suntung, salah satu kendala utama adalah minimnya data bisnis. Banyak perusahaan belum memiliki data lengkap untuk mendukung keputusan.
Kondisi tersebut membuat marketer sulit menemukan akar masalah. Strategi yang dijalankan berisiko tidak tepat sasaran tanpa data memadai.
Ia menilai tindakan cepat tidak selalu menjadi solusi terbaik. Keputusan yang terburu-buru justru dapat membuat bisnis kehilangan arah.
“Cepat itu tidak selalu bagus. Kalau arahnya salah, kita malah makin jauh dari tujuan,” ujarnya. Pernyataan itu menegaskan pentingnya perencanaan yang jelas.
Selain data, persepsi konsumen terhadap brand juga memengaruhi hasil marketing. Citra negatif tidak bisa diperbaiki dalam waktu singkat.
Menurut Ignatius Suntung, penurunan bisnis dipengaruhi banyak faktor. Kualitas produk, harga, pelayanan, dan pengalaman konsumen ikut berperan.
Konsumen juga membutuhkan waktu sebelum memutuskan membeli produk. Mereka biasanya mempertimbangkan beberapa aspek sebelum mengambil keputusan.
Laporan dari The Branding Journal menilai strategi jangka pendek memiliki risiko. Fokus berlebihan pada hasil cepat dinilai menghambat pertumbuhan brand.
“Perusahaan yang terlalu fokus pada performance marketing cenderung mengalami pertumbuhan lebih lambat,” tulis laporan tersebut. Pendekatan seimbang dinilai lebih efektif untuk bisnis jangka panjang.
Laporan itu menekankan pentingnya keseimbangan antara branding dan penjualan. Brand yang kuat dinilai membantu menjaga loyalitas pelanggan.
Ignatius Suntung menilai keberhasilan marketing perlu dilihat dari progres bertahap. Perbaikan data, sistem kerja, dan awareness menjadi indikator penting.
Ia menegaskan pemilik bisnis perlu memiliki ekspektasi realistis terhadap marketer. Marketing dinilai sebagai proses jangka panjang yang membutuhkan konsistensi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....