Mitos Hujan saat Imlek Menurut Kepercayaan Tionghoa

  • 01 Apr 2026 18:16 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang – Hujan menyimpan banyak kisah yang terselip. Setiap suara dan aromanya selalu membawa suasana syahdu. Bagi orang-orang yang menyukainya, hujan membawa ketenangan dan cerita. Termasuk juga cerita misteri hujan di hari Imlek. Imlek memang sudah berlalu. Namun berbagai mitos dan ceritanya tetap berkembang. Semakin merah lampion Imlek menyala, maka semakin deras juga hujan turun. Tapi ini bukan konspirasi langit. Banyak yang mengatakan kalau tidak hujan rasanya itu tidak terasa Imlek. Walaupun kadang setelah hujan turun, selalu banjir menggenang.

Menurut kepercayaan Tionghoa kuno, hujan adalah tanda keberuntungan. Dilansir dari laman unilandsleep.id rumah, lingkungan, serta energi lama. Air hujan melambangkan rezeki dan berkah yang akan mengalir deras sepanjang tahun. Hujan ringan tanpa badai menjadi simbol hoki dan kelimpahan.Dalam konteks agraris, hujan adalah tanda kesuburan dan keseimbangan hidup.

Tapi anggapan yang terpenting tak lain, air adalah simbol rezeki, sesuatu yang patut disyukuri. Apalagi saat turun di hari raya Imlek. Jika hujan turun dengan sangat deras artinya cuan juga mengalir deras. Sementara hujan gerimis dimaknai sebagai pertanda keberuntungan yang kecil. Jika hujan turun sepanjang hari, maka dipercaya membawa hoki sepanjang tahun. Akan tetapi hujan yang disertai badai justru dianggap kurang baik karena bisa menimbulkan bencana.

Faktanya tahun baru Imlek yang selalu berpatokan pada kalender Lunar atau Kalender Cina. Jika diterjemahkan ke dalam tahun Masehi, maka Imlek selalu jatuh di antara bulan Januari atau Februari yang artinya sedang puncak musim hujan di Indonesia.

Imlek merupakan perayaan penting bagi masyarakat Tionghoa. Menurut tradisi mereka Tahun Baru Imlek melambangkan awal yang baru dan harapan akan keberuntungan serta kemakmuran. Imlek juga sebagai tradisi tradisi menyambut musim semi dan menolak nasib buruk.

Setiap tahunnya Shio Cina dilambangkan dengan gambar hewan. Nah, Imlek tahun 2026 ini jatuh pada shio Kuda. Tepatnya Tahun Kuda Api, yang dimulai dari tanggal 17 Februari 2026 dan berlangsung hingga tanggal 5 Februari 2027.

Hujan bukan sekedar air. Hujan berkah dari Tuhan dengan segala kenangan dan kisah yang melegenda di dalamnya. Hujan adalah anugerah bagi mereka yang mensyukurinya. Ada manusia yang berteduh dari hujan karena takut sakit, tapi ada juga manusia yang mencari hujan untuk menghilangkan rasa sakitnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....