Dialog Edukatif di Panti Asuhan Tentang Fenomena Bullying Era Digital

  • 17 Feb 2026 16:14 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Di tengah meningkatnya kasus perundungan yang tidak hanya terjadi secara langsung, tetapi juga melalui media sosial dan ruang digital, mahasiswa KKN Rekognisi 253 UIN Raden Fatah Palembang menggelar dialog anti-bullying bertajuk “Kalau Bisa Baik, Kenapa Harus Jahat?”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 15 Februari 2026 di Panti Asuhan Cahaya Ummi dengan menghadirkan Dr. Henny Yusalia, Kepala Pusat Studi Gender dan Anak UIN Raden Fatah Palembang, sebagai narasumber utama.

Kegiatan ini menjadi respons terhadap realitas sosial masa kini, di mana anak-anak tidak hanya rentan menjadi korban bullying secara verbal dan fisik, tetapi juga menghadapi cyberbullying yang kian marak di berbagai platform digital. Dialog tersebut dirancang sebagai ruang reflektif sekaligus edukatif agar anak-anak memahami dampak psikologis dan sosial dari perilaku perundungan.

Willi selaku Ketua KKN Rekognisi 253 menegaskan bahwa isu bullying merupakan persoalan yang relevan dengan kondisi generasi saat ini.

“Kami mengadakan dialog ini supaya adik-adik memahami arti bullying, baik yang terjadi secara langsung maupun melalui media sosial. Harapannya, mereka bisa lebih bijak dalam bersikap,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kehadiran Dr. Henny Yusalia memiliki nilai strategis dalam memperkuat substansi dialog.

“Kami sengaja mengundang Ibu Henny Yusalia sebagai narasumber karena pengalaman dan kompetensi beliau di bidang gender dan anak sangat membantu dalam mendukung program kerja kami,” tambahnya.

Agusti selaku Wakil Ketua KKN menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari program kerja kelompok yang berfokus pada edukasi anti-bullying dan penguatan komunikasi efektif. Menurutnya, pembentukan karakter anak harus dimulai dari kesadaran untuk saling menghargai dan mengontrol cara berkomunikasi, baik secara luring maupun daring.

Senada dengan itu, Nadia selaku koordinator media menyatakan bahwa fenomena bullying saat ini sering terjadi pada usia sekolah dasar hingga remaja awal.

“Bullying sering dianggap candaan, padahal dampaknya bisa serius. Kegiatan ini diharapkan menjadi pelajaran penting agar adik-adik lebih sadar dan tidak ikut-ikutan melakukan perundungan,” jelasnya.

Dalam pemaparannya, Dr. Henny Yusalia menguraikan bahwa bullying merupakan tindakan agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang, baik dalam bentuk ejekan, pengucilan, kekerasan fisik, maupun penyebaran konten negatif di media sosial. Ia juga menekankan pentingnya membangun empati, keberanian untuk melapor, serta menciptakan lingkungan yang aman dan suportif sebagai langkah preventif.

Melalui dialog interaktif ini, mahasiswa KKN Rekognisi 253 berharap anak-anak Panti Asuhan Cahaya Ummi mampu menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial serta etika komunikasi yang baik di era digital.

>>BERITA TITIPAN DARI MAHASISWA BUKAN MAGANG TIDAK DIPERBOLEHKAN

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....