Inovasi Buah Pedado Tanaman Pesisir Menjadi Sumber Pendapatan Keluarga

  • 03 Sep 2026 13:09 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Awalnya buah pedado ini digunakan untuk rujak dan penambah rasa asam pada masakan pindang bahkan sudah dikenal sejak lama oleh masyarakat di Banyuasin sebagai buah dari tanaman pesisir.
  • Buah pedado ini karena hanya tumbuh di Banyuasin, masyarakat pelaku usaha melalukan berbagai inovasi seperti membuat selai yang tidak menggunakan pengawet hanya gula
  • Diharapkan usaha sirup dan selai buah pedado ini terus didukung oleh Dinas Koperasi Banyuasin terutama pemasaran diluar daerah,

RRI.CO.ID, Palembang - Awalnya buah pedado ini digunakan untuk rujak dan penambah rasa asam pada masakan pindang bahkan sudah dikenal sejak lama oleh masyarakat di Banyuasin sebagai buah dari tanaman pesisir. Hal ini dijelaskan Wilisma biasa dipanggil Risma pemilik Kesya Cake ketika menjadi narasumber acara UMKM Bicara di Studio Pro 1 RRI Palembang, Senin 31 Agustus 2026.

Risma menerangkan buah Pedado ini buah dari tanaman Mangrove yang tumbuh di pinggir sungai. Butuh perahu untuk memetik buahnya ketika musim panen tiba yang hanya dua kali dalam satu tahun.

"Buah pedado ini menjadi buah musiman dan ditangan ibu ibu di Banyuasin inilah diolah menjadi Selai dan Sirup walaupun menggunakan bahan tambahan," tegas Risma.

Risma menegaskan awal buah Pedado ini mengalami kegagalan karena kurang takaran dan tidak bisa dijual untuk konsumen. Setelah mengalami proses akhirnya berhasil sesuai takaran layak untuk dijual untuk dipasarkan.

Buah pedado ini karena hanya tumbuh di Banyuasin, masyarakat pelaku usaha melakukan berbagai inovasi seperti membuat selai yang tidak menggunakan pengawet hanya gula. Sementara sirup memakai buah naga untuk pewarnanya agar menarik.

Risma menambahkan harga selai dan sirup dari buah pedado masih terjangkau. Usaha pemasarannya sudah mendapatkan bantuan dari Dinas Koperasi Kabupaten Banyuasin walau hanya seputar wilayah Tanjung Lago saja belum keluar daerah.

Inovasi yang akan dilakukan kedepan selain selai dan sirup, akan dibuat bolu gulung dan nastar dari buah pedado. Semua inovasi ini masih terkendala dengan ketersediaan buah pedado yang mengikuti musim saja.

Untuk kedepan diharapkan akan melakukan penanaman tanaman pedado ini di halaman rumah atau pembibitan. Sehingga bisa memenuhi pesanan pelanggan yang tidak menunggu musim buah saja.

Risma juga menjelaskan pembuatan sirup dan selai ini banyak menghabiskan buah pedado cukup banyak. Ukuran satu kilo gula menghabiskan buah pedado tiga kilogram sehingga butuh pasokan buah cukup banyak ketika produksi.

"Diharapkan usaha sirup dan selai buah pedado ini terus didukung oleh Dinas Koperasi Banyuasin terutama pemasaran diluar daerah, inovasi dari buah pedado akan terus dilakukan untuk meningkatkan ekonomi keluarga ditengah tantangan yang ada," pesan Risma menutup dialog.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....