Saat Tidak Ada Tempat Sampah, BEM FH Unsri ajak Masyarakat Tak Buang Sampah

  • 07 Sep 2026 19:53 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Sampah masih menjadi tantangan lingkungan yang serius di Kota Palembang dan memerlukan perhatian dari masyarakat.
  • Kebiasaan membuang sampah secara sembarangan dapat menimbulkan persoalan baru apabila dilakukan terus-menerus dalam jumlah besar.
  • Allya Latifa, Kepala Departemen Sosial Masyarakat dan Lingkungan Hidup BEM Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, menekankan bahwa setiap sampah yang dihasilkan memiliki dampak terhadap lingkungan.

RRI.CO.ID, Palembang - Persoalan sampah masih menjadi tantangan lingkungan yang perlu mendapat perhatian serius dari masyarakat di Kota Palembang. Kebiasaan membuang sampah secara sembarangan dinilai dapat menimbulkan persoalan baru apabila dilakukan terus-menerus dalam jumlah besar.

Kepala Departemen Sosial Masyarakat dan Lingkungan Hidup BEM Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya (FH Unsri), Allya Latifa, mengatakan sampah yang dibuang sedikit demi sedikit pada akhirnya dapat menjadi timbunan. “Masyarakat perlu memahami bahwa setiap sampah yang dihasilkan memiliki dampak terhadap lingkungan,” ujarnya dalam Obrolan Komunitas di RRI, Rabu, 2 September 2026.

Ia menilai kesadaran mengelola sampah harus dimulai dari pola konsumsi masyarakat, termasuk mengurangi penggunaan barang yang menghasilkan banyak sampah. Selain mencemari lingkungan, timbunan sampah yang membusuk dapat menghasilkan cairan yang berpotensi meresap ke tanah dan mencemari sumber air di sekitarnya.

“Proses pembusukan sampah juga dapat menghasilkan gas, termasuk metana dan karbon dioksida, yang berkontribusi terhadap persoalan lingkungan. Penumpukan sampah juga berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk dan kecoa yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat,” jelas Allya.

Staff Ahli Departemen Hubungan Internal BEM FH Unsri, Athiyah Hanuun Hanifa, mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan ketika belum menemukan tempat sampah. Ia menyarankan sampah disimpan terlebih dahulu atau dibawa hingga menemukan tempat pembuangan yang sesuai.

“Kebiasaan sederhana tersebut dapat mencegah sampah menumpuk dan mengurangi pencemaran lingkungan,” ujarnya.

Kesadaran masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mengatasi persoalan sampah karena kebersihan lingkungan tidak hanya bergantung pada petugas kebersihan. Perubahan perilaku dari setiap individu diharapkan mampu mengurangi timbulan sampah sekaligus menjaga kualitas lingkungan untuk jangka panjang.

Begitu pun dengan kebersihan kawasan wisata menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kesan wisatawan terhadap Kota Palembang. Kondisi lingkungan yang bersih dan terawat dinilai dapat memberikan pengalaman lebih baik bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung.

Sementara itu menurut Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, Faiqah Athaillah Toer, mengatakan kebersihan kawasan yang ramai dikunjungi wisatawan perlu menjadi perhatian bersama. Ia berharap masyarakat ikut menjaga berbagai ruang publik dan kawasan wisata agar tetap nyaman untuk dikunjungi.

Menurutnya, wisatawan akan memiliki kesan berbeda ketika menemukan lokasi yang bersih dibandingkan kawasan yang dipenuhi sampah. “Harapannya orang-orang luar bisa melihat Palembang itu bersih dan lokasi-lokasinya terjaga,” ujarnya dalam Obrolan Komunitas, Rabu, 2 September 2026.

“Menjaga kebersihan tidak harus dilakukan melalui tindakan besar. Kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya dapat memberikan dampak apabila dilakukan secara konsisten,” harapnya.

Kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun petugas kebersihan, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat. Dengan lingkungan yang terjaga, Palembang diharapkan mampu memberikan kesan positif kepada wisatawan sekaligus mempertahankan kenyamanan ruang publik bagi masyarakat setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....