PSEL Palembang Mulai Beroperasi, Target 960 Ton Sampah Per Hari

  • 01 Sep 2026 22:16 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Pemerintah Kota Palembang memulai pengiriman sampah perdana ke fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai langkah awal pengelolaan sampah berbasis teknologi.
  • Wali Kota Palembang Ratu Dewa meninjau langsung proses pengiriman sampah pada Selasa, 1 September 2026, untuk memastikan implementasi sistem pengelolaan sampah berjalan dengan baik.
  • Inisiatif ini bertujuan mengatasi persoalan sampah perkotaan sekaligus memanfaatkan sampah sebagai sumber energi listrik yang berkelanjutan.

RRI.CO.ID, Palembang - Pemerintah Kota Palembang mulai mengirim sampah perdana menuju fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Langkah tersebut menjadi awal pemanfaatan sampah sebagai sumber energi sekaligus solusi pengelolaan limbah perkotaan.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa meninjau langsung proses pengiriman sampah menuju fasilitas PSEL pada Selasa, 1 September 2026. Pemerintah menargetkan pengiriman sampah mencapai sekitar 960 ton setiap hari.

Ratu Dewa mengatakan PSEL menjadi bagian dari penerapan teknologi dalam pengelolaan sampah. Fasilitas tersebut juga diharapkan mampu menghasilkan energi listrik bagi masyarakat.

"Hari ini adalah hari perdana masuknya sampah dari beberapa tempat ke PSEL yang menghasilkan energi listrik. Sampah yang masuk diperkirakan mencapai 960 ton per hari," katanya.

Ratu Dewa menjelaskan PSEL Palembang termasuk Proyek Strategis Nasional (PSN). Fasilitas tersebut juga menjadi salah satu proyek percontohan pengolahan sampah berbasis energi.

"Ini merupakan proyek strategis nasional dan Palembang menjadi salah satu percontohan. Kami berharap pelaksanaannya berjalan baik dan memberi manfaat bagi masyarakat," ucapnya.

Ratu Dewa menegaskan keberadaan PSEL bukan satu-satunya solusi persoalan sampah. Masyarakat tetap perlu mengurangi sampah dan melakukan pemilahan sejak dari rumah.

Pemerintah mengarahkan sampah bernilai guna untuk dimanfaatkan kembali. Sampah lainnya akan diproses melalui sistem pengolahan agar mendukung konsep ekonomi sirkular.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palembang Akhmad Mustain mengatakan pengangkutan sampah mencakup lebih dari 400 tempat penampungan sementara. Pemerintah mengatur distribusi armada agar pengiriman menuju PSEL berjalan optimal.

"Pengangkutan sampah ke sini mencakup seluruh wilayah. Kami terus mengatur ritase armada agar distribusi sampah menuju PSEL berjalan optimal," ujarnya.

DLH Palembang mencatat jumlah timbulan sampah mencapai sekitar 1.260 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 960 hingga 1.000 ton diarahkan menuju bunker PSEL.

Pemkot Palembang menyiagakan 141 armada dari total 160 kendaraan pengangkut sampah. Pemerintah juga menyiapkan tambahan armada melalui Anggaran Perubahan.

Sampah yang masuk PSEL menjalani proses fermentasi selama lima hingga tujuh hari. Material tersebut kemudian melalui tahapan pengolahan sebelum pembakaran untuk menghasilkan energi listrik.

Pemkot Palembang menjadwalkan agenda penting terkait PSEL pada 10 September 2026. Kegiatan tersebut akan menghadirkan sejumlah pejabat pemerintah pusat.

Pemerintah menargetkan peresmian fasilitas PSEL berlangsung pada Desember 2026. Rencana peresmian tersebut ditargetkan dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia.

Pemkot Palembang berharap PSEL mampu mengurangi beban pengelolaan sampah kota. Pemerintah juga menilai fasilitas tersebut dapat mendukung pembangunan lingkungan perkotaan yang modern dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....