Program MBG Sumsel Meluas, Optimalisasi SPPG Jadi Prioritas
- 28 Agt 2026 06:42 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Sekitar 800 SPPG telah beroperasi di Sumatera Selatan setelah perluasan program MBG terakhir pada Juni 2026, dengan jumlah penerima manfaat yang terus bertambah.
- Optimalisasi dan pengawasan SPPG menjadi fokus utama, termasuk memastikan kepatuhan terhadap aturan, kualitas SDM, serta evaluasi rutin untuk menjaga kualitas layanan.
- Gapembi Sumsel siap mendukung program MBG, dengan sekitar 180 anggota yang diharapkan dapat berkontribusi memenuhi kebutuhan usaha, sekaligus memastikan makanan yang diberikan mengutamakan kecukupan gizi, bukan sekadar kenyang.
RRI.CO.ID, Palembang - Program Makan Bergizi Gratis MBG mulai disalurkan di Kota Palembang sejak awal April 2026. Sebanyak 120 ribu penerima manfaat dari kalangan anak PAUD-SMP, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita stunting jadi prioritas tahap pertama.
Peluncuran dilakukan di SDN 1 Palembang bersama Pemkot Palembang, BGN, dan TP PKK Kota Palembang, Jumat 4 April 2026. Menu perdana: nasi, ayam suwir, telur, tumis kangkung, buah pisang, dan susu.
Nurya Hartika Sari, selaku Kepala KPPG Palembang wilayah kerja Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Jambi dalam Dialog Beranda Asta Cita, Sabtu, 22 Agustus 2026 mengatakan pelaksanaan program MBG di Sumatera Selatan terus berkembang secara signifikan. Menurutnya, saat ini terdapat sekitar 800 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi dengan jumlah penerima manfaat yang terus bertambah di wilayah Sumatera Selatan.
“Alhamdulillah, pelaksanaan terus berkembang signifikan. Saat ini sudah ada sekitar 800 dapur yang beroperasional,” ujar dr. Nurya.
Ia menjelaskan bahwa perluasan program terakhir dilakukan pada Juni 2026. Setelah perluasan tersebut, pihaknya kini lebih berfokus pada optimalisasi operasional SPPG agar pelaksanaan MBG dapat berjalan secara maksimal dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Menurut dr. Nurya, salah satu tantangan utama dalam pelaksanaan program adalah memastikan setiap SPPG menjalankan tugas sesuai dengan peraturan. Selain itu, kualitas sumber daya manusia yang terlibat di dalam SPPG juga menjadi perhatian agar pelayanan kepada penerima manfaat dapat berjalan dengan baik.
“Tantangan kami harus mengoptimalkan tugas untuk mengontrol SPPG, bagaimana berjalan sesuai peraturan, serta memastikan SDM di SPPG tersebut,” katanya.
Untuk menjaga keberlanjutan program, dr. Nurya menyampaikan bahwa evaluasi dilakukan secara berkala. Evaluasi tersebut menjadi bagian dari strategi untuk mengoptimalkan kinerja SPPG sekaligus memastikan kesiapan dalam menjalankan pelayanan makanan bergizi kepada masyarakat.
Ia juga menyebutkan adanya apel siaga yang dilakukan pada malam hari, termasuk pada sekitar pukul 20.00 WIB hingga dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pengawasan dan memastikan operasional program tetap berjalan dengan baik.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Tri Yulia Ananda selaku Ketua DPW Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi) Sumatera Selatan mengatakan pihaknya mendukung keberlanjutan program MBG. Menurutnya, para pengusaha yang tergabung dalam Gapembi Sumatera Selatan siap berkontribusi dalam mendukung pelaksanaan program tersebut.
Tri menjelaskan bahwa saat ini anggota Gapembi di Sumatera Selatan telah mencapai sekitar 180 anggota. Dengan jumlah tersebut, pihaknya berharap para anggota dapat mengambil peran dalam memenuhi kebutuhan usaha yang berkaitan dengan pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis.
“Untuk wilayah Sumatera Selatan anggotanya sudah ada 180. Harapannya, pada dasarnya kami siap untuk memenuhi usaha dalam program makan bergizi gratis ini,” ujar Tri.
“Harapan kami MBG ini bermanfaat kepada masyarakat. Nantinya kami akan menanyakan kepada masing-masing MBG. Karena MBG ini adalah makan bergizi, bukan makan kenyang,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa aspek gizi menjadi perhatian utama dalam penyediaan makanan bagi penerima manfaat. Dengan demikian, menu yang diberikan diharapkan tidak hanya mengutamakan jumlah makanan, tetapi juga keseimbangan kandungan gizi yang dibutuhkan tubuh.
Program Makanan Bergizi Gratis di Sumatera Selatan pun diharapkan terus berkembang dengan pengawasan dan evaluasi yang konsisten. Optimalisasi SPPG, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting untuk memastikan program tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Untuk wilayah Sumatera Selatan anggotanya sudah ada 180. Harapannya, pada dasarnya kami siap untuk memenuhi usaha dalam program makan bergizi gratis ini,” ujar Tri.
| Baca juga: Cara Jitu Penyaluran MBG Ala Kader Posyandu |
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....