Cara Jitu Penyaluran MBG Ala Kader Posyandu

  • 20 Agt 2026 14:03 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Kader Posyandu menjadi ujung tombak pelaksanaan MBG di masyarakat, terutama dalam memberikan edukasi, mendata, dan memastikan penerima manfaat sesuai sasaran.
  • Sasaran utama MBG melalui Posyandu mencakup ibu hamil, ibu balita, dan ibu menyusui (kategori 3B), sementara lansia belum termasuk penerima manfaat sesuai aturan saat ini.
  • Pelaksanaan MBG memperkuat peran dan pengabdian kader Posyandu, yang tetap menjalankan pelayanan kesehatan sekaligus membantu penyaluran makanan bergizi kepada masyarakat.

RRI.CO.ID, Palembang - Program Makan Bergizi Gratis MBG kini punya “tangan” baru di lapangan: Posyandu. Di Sumatera Selatan, ribuan kader Posyandu ditunjuk sebagai ujung tombak penyaluran MBG agar bantuan makanan bergizi sampai ke ibu hamil, balita, dan anak sekolah tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat gizi.

Kader posyandu memiliki peran penting dalam mendukung penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya dalam mendata dan memastikan penerima manfaat sesuai dengan kategori yang telah ditetapkan.Dalam Dialog program Beranda Asta Cita RRI Palembang, Sabtu 8 Agustus 2026 menghadirkan Koordinator Regional MBG Sumatera Selatan, Diana Putri, Ketua Posyandu Punai Kecamatan Kemuning, Maitina, Kader Posyandu Punai Kecamatan Kemuning, Jumina, serta Kader Posyandu Anggrek Kecamatan Kemuning, Hertati.

Diana Putri mengatakan, kader posyandu menjadi salah satu ujung tombak dalam pelaksanaan program MBG di masyarakat. Selain membantu menyampaikan informasi mengenai manfaat program, kader juga berperan dalam melakukan pendataan penerima manfaat.

“Kader posyandu menjadi ujung tombak dalam memberikan pemahaman mengenai manfaat MBG sekaligus mendata penerima manfaat program ini,” ujar Diana.

Ia menjelaskan, penerima manfaat yang menjadi sasaran kader posyandu dikenal dengan kategori 3B, yaitu ibu hamil, ibu balita, dan ibu menyusui. Ketiga kelompok tersebut menjadi perhatian karena membutuhkan asupan gizi yang cukup untuk mendukung kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak.

Sementara itu, terkait kelompok lanjut usia atau lansia, Diana mengatakan bahwa kategori tersebut belum tercantum dalam aturan sebagai penerima manfaat program MBG. Pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat mengenai kemungkinan adanya perubahan sasaran program.

“Untuk kategori lansia, di dalam aturan belum tercatat sebagai penerima manfaat program. Namun, kita tidak tahu ke depannya dan masih menunggu arahan dari pusat,” jelas Diana.

Ketua Posyandu Punai Kecamatan Kemuning, Maitina, menceritakan sejarah berdirinya posyandu tersebut yang telah berjalan sejak 1984. Posyandu tersebut didirikan oleh seorang kader bernama Ibu Sana. Setelah pendirinya meninggal dunia, kegiatan pelayanan posyandu kemudian dilanjutkan oleh kader-kader berikutnya.

“Posyandu ini berdiri pada tahun 1984. Pendirinya Ibu Sana. Ketika beliau meninggal, kami yang menyambung posyandu ini,” kata Maitina.

Saat ini, Posyandu Punai memiliki 16 anggota. Menurut Maitina, kegiatan posyandu memiliki misi utama untuk mewujudkan kondisi anak sehat dan ibu sehat.

Dalam pelaksanaan program MBG, anggota Posyandu Punai turut dilibatkan untuk membantu penyaluran kepada penerima manfaat. Maitina menyebutkan, terdapat tiga kelompok utama yang menjadi sasaran, yakni ibu hamil, balita, dan ibu menyusui.

Kader Posyandu Punai, Jumina, mengatakan tugas kader pada dasarnya tetap menjalankan pelayanan posyandu seperti biasanya. Namun, dalam pelaksanaan program MBG, seluruh anggota posyandu turut dilibatkan agar proses pelayanan dan penyaluran dapat berjalan dengan baik.

“Tugas biasanya melaksanakan pelayanan seperti biasa, dan kami melibatkan semua anggota posyandu untuk program MBG ini,” ungkap Jumina.

Menurutnya, menjadi kader posyandu membutuhkan keikhlasan dan komitmen untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pengabdian tersebut tidak hanya berkaitan dengan tugas administratif, tetapi juga kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.

“Kader posyandu ini dituntut untuk ikhlas dari hati dalam pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kader Posyandu Anggrek Kecamatan Kemuning, Hertati, mengatakan posyandu tempatnya bertugas telah berdiri sekitar 15 tahun dan dirinya telah bergabung sebagai kader selama kurang lebih tujuh tahun.

Hertati mengungkapkan, pada awal dirinya bergabung, jumlah anggota kader masih terbatas. Seiring berjalannya waktu, jumlah kader bertambah dan saat ini Posyandu Anggrek memiliki sekitar 10 kader.

“Awal mula bergabung menjadi kader, anggotanya masih kurang. Sekarang kadernya sudah 10 orang dan misinya semua harus sehat,” kata Hertati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....