Pelajar SMK Ajak Generasi Muda Jaga Nilai Keindonesiaan
- 06 Mar 2026 11:58 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Pengaruh teknologi dan media sosial menjadi tantangan bagi generasi muda dalam menjaga nilai-nilai keindonesiaan. Karena itu, anak muda diharapkan tetap menerapkan sikap gotong royong, toleransi, dan saling menghargai.
Hal tersebut disampaikan pelajar SMK Negeri 4 Palembang Difa Bintang saat menjadi narasumber program Spada Pro 2 RRI Palembang. Dialog edisi Kita Indonesia tersebut berlangsung pada Senin 2 Maret 2026.
Difa mengatakan nilai keindonesiaan masih sangat relevan diterapkan oleh generasi muda saat ini. Nilai tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan sederhana di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Menurutnya, kebersamaan dapat dibangun melalui aktivitas yang sering dilakukan pelajar dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan tersebut dapat menumbuhkan rasa persatuan sekaligus memperkuat semangat nasionalisme.
Ia mencontohkan kegiatan kerja kelompok, gotong royong, serta mengikuti upacara bendera di sekolah. Aktivitas tersebut dinilai mampu memperkuat rasa kebersamaan di kalangan pelajar.
Namun demikian, Difa mengakui generasi muda saat ini menghadapi tantangan cukup besar dalam menjaga nilai tersebut. Pengaruh teknologi digital dan media sosial sangat kuat dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, media sosial sebenarnya dapat memberikan manfaat apabila digunakan secara bijak. Anak muda dapat memanfaatkan platform digital untuk menyebarkan konten positif kepada masyarakat.
Media sosial juga dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan budaya serta produk lokal kepada masyarakat luas. Cara tersebut dinilai mampu memperkuat rasa bangga terhadap identitas bangsa.
“Kalau digunakan secara positif, media sosial justru bisa memperkuat rasa cinta Indonesia,” ujarnya.
Ia mengingatkan penggunaan media sosial tanpa kontrol dapat membawa dampak negatif bagi generasi muda. Konten yang tidak sehat dapat memengaruhi sikap sekaligus melemahkan rasa nasionalisme.
“Kalau terbawa konten negatif, bisa membuat kita kehilangan nilai nasionalisme,” tuturnya.
Difa juga mengajak generasi muda memanfaatkan keterampilan yang dimiliki untuk kegiatan yang bermanfaat. Kemampuan di bidang teknologi, seni, maupun kreativitas dapat digunakan membantu lingkungan sekitar.
Menurutnya, kontribusi generasi muda tidak harus dimulai dari hal besar. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Di akhir perbincangan, Difa berharap generasi muda tetap memegang nilai keindonesiaan meskipun hidup di era digital. Sikap bijak di media sosial dan dukungan terhadap produk lokal menjadi langkah awal yang dapat dilakukan.