Pentingnya Moderasi Beragama sebagai Kunci Kerukunan Bangsa
- 04 Mar 2026 17:30 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama yang menjadi identitas Indonesia, moderasi beragama dinilai sebagai fondasi penting dalam menjaga kehidupan yang rukun dan damai. Hal tersebut disampaikan Ismawati, mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Publisistik Thawalib Jakarta, saat berbincang dalam program Spada Pro 2 RRI Palembang edisi Moderasi Beragam, Selasa, 24 Februari 2026.
Menurut Isma, moderasi beragama bukanlah konsep baru dalam Islam. Ia merujuk pada Piagam Madinah yang menjadi bukti historis bagaimana Nabi Muhammad SAW membangun tatanan masyarakat yang menghargai keberagaman, dimana terdapat butir-butir kesepakatan tentang hidup berdampingan, saling melindungi, dan tidak saling menyakiti antarumat beragama.
Ia juga mengingatkan kisah ketika Rasulullah berdiri memberi penghormatan saat iring-iringan jenazah Yahudi melintas di hadapannya. Ketika para sahabat bertanya, Rasulullah menegaskan bahwa menghormati sesama manusia tetaplah bagian dari ajaran Islam.
"Teladan ini menunjukkan bahwa nilai toleransi telah dicontohkan secara nyata sejak zaman Rasulullah SAW," ungkapnya.
Isma menilai, masyarakat Indonesia sejatinya telah memiliki tradisi toleransi yang kuat. Perbedaan keyakinan dan budaya bukanlah hal baru, namun justru menjadi kekayaan sosial apabila disikapi dengan sikap terbuka dan dewasa.
Ia mencontohkan fenomena yang sempat ramai di media sosial tentang pertunjukan barongsai yang diiringi lagu religi milik Opick. Konten tersebut menampilkan tiga barongsai yang oleh warganet dimaknai mewakili umat Muslim menyambut Ramadan, warga Tionghoa merayakan Imlek, serta kelompok yang merayakan Valentine.
“Waktu itu ramai konten medsos tentang pertunjukan barongsai pakai lagu Opick. Ada tiga barongsai yang disebut-sebut mewakili Muslim, warga Tionghoa, dan yang merayakan Valentine. Indahnya lagi adalah mayoritas komentar yang muncul justru bernada positif dan penuh apresiasi, tanpa ujaran kebencian. Artinya memang masyarakat sudah sangat menghargai perbedaan yang ada,” ujarnya.
Di bulan Ramadan ini, Isma berharap semangat saling menghormati itu terus tumbuh. "Islam mengajarkan keadilan, kasih sayang, dan kemaslahatan bagi seluruh manusia, sehingga menjaga kerukunan menjadi kewajiban bersama," katanya mengakhiri.