Dike Mandala: Tiga Dalil Al-Qur’an Tegaskan Bahaya Narkoba
- 27 Feb 2026 11:54 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Penyalahgunaan narkoba tidak hanya menjadi persoalan sosial dan kesehatan, tetapi juga persoalan keimanan. Hal tersebut disampaikan Dike Mandala Putra saat berbincang dalam Program Spada Pro 2 RRI Palembang edisi Narkoba, Kamis, 19 Februari 2026.
Dike yang juga Juara 1 Pekan Tilawatil Qur’an (PTQ) RRI Palembang kategori Tausiah 2022 menegaskan, meski istilah narkoba tidak disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur’an, para ulama sepakat bahwa narkotika termasuk dalam kategori khamar, yakni segala sesuatu yang memabukkan dan merusak akal.
“Memang kata narkoba tidak ada secara tekstual, tapi sepakat ulama mengatakan itu bagian dari khamar. Segala yang memabukkan dan merusak itu dilarang,” ujarnya.
Ia kemudian menguraikan tiga dalil Al-Qur’an yang menurutnya relevan dengan persoalan narkoba.
Pertama, Surah Al-Baqarah ayat 195 yang berbunyi, ‘Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan’. Menurut Dike, ayat ini secara tegas melarang manusia melakukan tindakan yang merusak diri sendiri.
“Narkoba jelas menjerumuskan pada kebinasaan. Baik fisik, mental, maupun masa depan,” tegasnya.
Kedua, Surah An-Nisa ayat 29 yang mengingatkan, ‘Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu’. Ia menjelaskan bahwa frasa “membunuh diri” tidak selalu dimaknai secara langsung, tetapi juga mencakup perbuatan yang perlahan menghancurkan diri.
“Bahasa membunuh diri di situ bisa dimaknai sebagai tindakan yang merusak diri sendiri, termasuk narkoba. Karena pada akhirnya, itu bisa menghilangkan nyawa,” katanya.
Ketiga, Surah Al-Maidah ayat 90-91 yang secara eksplisit melarang khamar dan menyebutnya sebagai perbuatan keji serta termasuk perbuatan setan. Dalam ayat tersebut, umat beriman diperintahkan untuk menjauhi minuman keras, berjudi dan perbuatuan buruk lainnya, bukan sekadar meninggalkan.
“Dalam Al-Qur’an bukan cuma ‘tinggalkan’, tapi ‘jauhi’. Artinya jangan dekati, jangan coba-coba. Karena dampaknya besar,” jelas Dike.
Ia menilai, generasi muda saat ini menghadapi tantangan besar di tengah derasnya arus informasi dan pergaulan. Rasa ingin tahu, tekanan pertemanan, hingga masalah pribadi kerap menjadi pintu masuk penyalahgunaan narkoba.
Namun demikian, Dike mengingatkan bahwa selalu ada jalan kembali. Ia mengajak masyarakat untuk tidak mengucilkan korban penyalahgunaan narkoba, melainkan merangkul dan membimbing mereka agar bisa bangkit.
“Kalau sudah terjerumus, jangan putus asa. Cerita dengan orang terdekat, cari lingkungan yang baik. Prosesnya memang panjang, tapi Allah Maha Penyayang,” ujarnya.
Menutup perbincangan, Dike mengajak generasi muda memperkuat iman, terlebih di bulan suci Ramadhan. Ia menegaskan bahwa tidak ada kata terlambat untuk berubah dan memperbaiki diri.
“Gak ada kata terlambat untuk berbuat baik. Tingkatkan keimanan, baca Al-Qur’an, dan pahami maknanya agar kita tidak mudah terjerumus,” pungkasnya.