Dike Mandala Putra: Jauhi Narkoba, Jangan Korbannya
- 27 Feb 2026 11:40 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Penyalahgunaan narkoba masih menjadi ancaman nyata bagi generasi muda. Dampaknya tidak hanya merusak kesehatan fisik, tetapi juga menghancurkan mental, masa depan, bahkan hubungan keluarga.
Hal itu disampaikan Dike Mandala Putra, seorang Master Of Ceremony (MC) yang juga merupakan Pemuda Berprestasi Sumsel tahun 2021 sekaligus Juara PTQ RRI Palembang tahun 2022 kategori Tausiah dalam perbincangan Program Spada edisi Narkoba, Kamis, 19 Februari 2026. Dike menegaskan bahwa narkoba bukan solusi atas masalah hidup, melainkan pintu masuk menuju kehancuran.
Menurutnya, banyak anak muda terjerumus karena rasa penasaran, tekanan pergaulan, hingga kondisi emosional yang tidak stabil. “Masa muda itu masa mencari jati diri. Kadang bingung arah hidup, ikut-ikutan tongkrongan. Di situlah narkoba sering masuk,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dampak narkoba tidak hanya dirasakan oleh pengguna, tetapi juga orang-orang di sekitarnya. Gangguan kesehatan, perubahan perilaku, hilangnya produktivitas, hingga risiko kehilangan nyawa menjadi ancaman nyata.
“Banyak sekali berita generasi muda jadi korban narkoba, bahkan sampai meninggal dunia. Itu benar-benar merusak,” ungkapnya.
Karena itu, Dike menekankan pentingnya memiliki prinsip kuat dalam menjaga diri. Ia mengaku secara pribadi memiliki komitmen tegas terhadap gaya hidup sehat.
“Karena memang sudah prinsip. Jangankan narkoba, asap rokok saja saya tidak bisa. Big no buat mereka,” katanya.
Namun di sisi lain, ia mengingatkan agar masyarakat tidak mengucilkan mereka yang sudah terlanjur terjerumus. Menurutnya, pendekatan yang penuh empati jauh lebih efektif dibandingkan penghakiman.
“Kalau ada teman yang terjerumus, jangan dijauhi. Rangkul mereka. Biasanya mereka sedang banyak masalah, galau, dan butuh tempat bercerita,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses untuk keluar dari jerat narkoba memang tidak instan dan membutuhkan dukungan lingkungan yang positif. Peran sahabat, keluarga, dan komunitas sangat menentukan keberhasilan seseorang untuk bangkit.
“Orang tidak berubah secara tiba-tiba. Butuh proses panjang. Tapi kalau mereka menemukan sosok yang mau membimbing dan mendukung, Insya Allah bisa jadi lebih baik,” ujarnya.
Dike pun mengajak generasi muda untuk memperkuat komitmen diri, memilih lingkungan pergaulan yang sehat, serta memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk hal-hal produktif.
“Jangan sampai kita kehilangan masa depan hanya karena ingin coba-coba. Hidup ini terlalu berharga untuk dirusak,” tegasnya.