Pembagian Kawasan Strategis Pariwisata Perkuat Potensi Wisata di Palangka Raya
- 13 Sep 2026 13:48 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Pemerintah Kota Palangka Raya membagi kawasan strategis pariwisata menjadi empat wilayah untuk memudahkan pengembangan destinasi sesuai karakter dan potensi masing-masing kawasan.
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda, Wahidin Noor, menjelaskan pembagian Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) tersebut mencakup wilayah Rakumpit, Bukit Batu-Tangkiling, pusat kota, hingga sebagian Jekan Raya dan Sebangau. Penjelasan itu disampaikannya dalam program Obrolan Budaya RRI Palangka Raya, Kamis, 10 September 2026.
Menurut Wahidin, KSP 1 yang berada di Kecamatan Rakumpit memiliki potensi wisata alam dan budaya. Kawasan ini dapat dikembangkan melalui keberadaan hutan pendidikan serta sejumlah potensi budaya, salah satunya situs Sandung Bawikuwu.
Sementara itu, KSP 2 meliputi Kecamatan Bukit Batu hingga Tangkiling dan menjadi kawasan dengan jumlah destinasi terbanyak, yakni 18 lokasi. Karakter kawasan yang memiliki perbukitan, hutan, dan sungai mendukung beragam aktivitas wisata, termasuk Pulau Kaja untuk melihat orangutan, Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling, serta Nyarumenteng City Forest.
Berbeda dengan dua kawasan sebelumnya, KSP 3 yang mencakup pusat kota, Jekan Raya, dan Pahandut lebih diarahkan pada wisata sejarah, budaya, dan rekreasi keluarga. Sejumlah destinasi yang berada dalam kawasan ini antara lain Museum Balanga, Jembatan Kahayan, Monumen Tugu Soekarno, Pasar Belauran, serta berbagai pilihan wisata susur sungai.
Adapun KSP 4 mencakup sebagian wilayah Jekan Raya dan Kecamatan Sebangau. Kawasan ini memiliki destinasi unggulan yang mengandalkan kekuatan wisata alam, di antaranya Wisata Air Hitam Kereng Bangkirai dan kawasan Taman Nasional Sebangau.
Wahidin mengatakan, pembagian empat KSP tersebut dapat menjadi dasar dalam menentukan arah pengembangan destinasi berdasarkan karakter masing-masing wilayah.
Dengan klasifikasi tersebut, pengembangan pariwisata diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah sekaligus mengoptimalkan potensi alam, budaya, sejarah, dan rekreasi yang dimiliki Kota Palangka Raya.
Pembagian kawasan tersebut juga menunjukkan bahwa potensi pariwisata Palangka Raya tidak hanya terpusat di satu lokasi.
Setiap KSP memiliki karakter dan daya tarik berbeda yang dapat dikembangkan menjadi rangkaian pengalaman wisata, sehingga wisatawan memiliki lebih banyak pilihan ketika berkunjung ke Kota Palangka Raya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....