Huma Hai Mahin, Jejak Rumah Tradisional Dayak di Palangka Raya

  • 29 Apr 2026 02:48 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Rumah Tradisional Huma Hai Mahin menjadi salah satu cagar budaya yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat Dayak di Kota Palangka Raya. Terletak di Jalan Metar Duha, Kelurahan Mungku Baru, Kecamatan Rakumpit, bangunan ini berdiri sebagai simbol arsitektur tradisional yang sarat nilai sejarah.

Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) Kota Palangka Raya, rumah ini diperkirakan dibangun sekitar tahun 1921 oleh keluarga Mahin. Selain berfungsi sebagai tempat tinggal, bentuk dan ragam hiasnya menunjukkan bahwa rumah ini kemungkinan dihuni oleh tokoh atau orang terpandang pada masanya.

Rumah ini berbentuk panggung dengan material utama kayu ulin yang terkenal kuat dan tahan lama. Untuk masuk ke dalam rumah, pengunjung harus menaiki tangga, mencerminkan ciri khas hunian tradisional Kalimantan yang menyesuaikan dengan kondisi lingkungan.

Dari sisi arsitektur, atap rumah berbentuk pelana atau perisai dengan pembagian ruang yang sederhana namun fungsional, yaitu beranda depan, ruang tengah, dan ruang belakang. Beranda depan dihiasi pagar kayu dengan ukiran bermotif bunga, sementara ruang tengah tampil polos tanpa ornamen.

Keunikan terlihat pada pintu menuju ruang belakang yang dilengkapi ventilasi dengan hiasan khas Dayak berupa motif pohon kehidupan (batang kharing). Ornamen ini memiliki makna filosofis yang mencerminkan hubungan manusia dengan alam dan kehidupan.

Di sekitar bangunan terdapat sandung leluhur dan beberapa makam, yang menunjukkan kedekatan antara hunian dan nilai spiritual masyarakat setempat. Lokasinya yang tidak jauh dari aliran sungai juga menegaskan peran sungai sebagai jalur transportasi penting pada masa lalu.

Saat ini, rumah dalam kondisi baik setelah dilakukan pemugaran pada tahun 2018, meski tidak lagi dihuni. Keberadaan Rumah Tradisional Huma Hai Mahin menjadi pengingat akan kekayaan budaya lokal yang tidak hanya layak dilestarikan, tetapi juga dikenalkan kepada generasi mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....