Opak Singkong, Kuliner Tradisional yang Kembali Diminati

  • 26 Des 2024 08:35 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya: Opak singkong, salah satu camilan tradisional khas Jawa, terus bertahan di tengah gempuran makanan ringan modern. Dibuat dari bahan sederhana seperti singkong parut, garam, dan santan, opak singkong kini kembali diminati sebagai makanan ringan yang bernuansa nostalgia sekaligus sehat.

Proses pembuatan opak singkong masih dipertahankan secara tradisional di banyak daerah di Jawa. Singkong yang diparut dicampur dengan santan dan garam, kemudian dicetak tipis-tipis sebelum dijemur hingga kering.

Setelah itu, opak dipanggang atau digoreng hingga renyah. Hasilnya adalah camilan dengan rasa gurih yang khas, sering dinikmati sebagai teman teh atau kopi.

Ibu Wenny, seorang pengrajin opak di Palangka Raya, mengatakan bahwa permintaan opak meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama di kalangan wisatawan yang mencari oleh-oleh khas. Rabu, (25/12/2024).

Selain mempertahankan cara tradisional, para produsen kini mulai berinovasi. Beberapa varian rasa seperti pedas, keju, dan balado diperkenalkan untuk menarik minat generasi muda. Kemasan modern juga mulai diterapkan agar produk lebih menarik dan tahan lama.

"Banyak pembeli yang bilang, opak ini mengingatkan mereka pada masa kecil. Ini yang membuat opak tetap dicari, peluang pasar opak singkong sangat besar jika dikembangkan dengan baik," ujarnya.

Opak singkong juga mulai dilirik sebagai produk ekspor. Beberapa pengusaha kecil telah menjajaki pasar internasional, seperti Malaysia dan Singapura, di mana makanan tradisional Indonesia memiliki pangsa pasar yang cukup besar.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk lokal, opak singkong diharapkan dapat terus berkembang sebagai ikon kuliner khas Jawa yang tidak hanya dicintai di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di pasar global.

Rekomendasi Berita