Karhutla Petuk Ketimpun Meluas, Helikopter Water Boombing Dikerahkan
- 14 Agt 2026 06:35 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Petuk Ketimpun, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, terus meluas dan kini telah menghanguskan lebih dari 50 hektare lahan gambut. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan data sebelumnya yang tercatat hanya sekitar 30 hektare.
Lokasi titik api yang berada di tengah hutan gambut membuat tim satuan tugas (satgas) darat kesulitan melakukan pemadaman langsung. Medan yang sulit dijangkau memaksa petugas mengandalkan armada helikopter water bombing sebagai satu-satunya opsi pemadaman yang efektif saat ini.
Selain memperluas area terdampak, kebakaran ini juga menimbulkan kepulan asap tebal yang menurunkan jarak pandang di jalur perlintasan kendaraan. Sejumlah warga yang melintas terpaksa menutup hidung akibat bau asap menyengat yang membuat sesak napas.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, mengimbau agar warga yang beraktivitas di sekitar Kelurahan Petuk Ketimpun untuk mengenakan masker dan meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama akibat jarak pandang yang terbatas.
"Sampai hari ini tim masih berjibaku melakukan upaya pemadaman, karena titik api yang masih jauh dari jangkauan petugas di darat, pemadaman hari ini terpaksa menggunakan helikopter water bombing," kata Heri Fauzi, Kamis, 13 Agustus 2026.
Heri menambahkan, tim satgas darat karhutla akan tetap disiagakan di sekitar lokasi kebakaran hingga malam hari. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi pergerakan api yang sewaktu-waktu bisa mendekati akses jalan maupun permukiman warga.
Sementara itu, berdasarkan data dari Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Palangka Raya, per tanggal 13 Agustus 2026 total luas kebakaran di wilayah Kota Palangka Raya telah mencapai 183 hektar lebih dengan jumlah kebakaran mencapai 208 kejadian.
Untuk wilayah yang mengalami lonjakan peristiwa kebakaran lahan berada di Kecamatan Jekan Raya, disusul Kecamatan Sebangau, Kecamatan Pahandut dan Kecamatan Bukit Batu.
Situasi ini telah membuat penurunan kualitas udara di sejumlah lokasi di Kota Palangka Raya secara signifikan, terutama di wilayah yang berdekatan langsung dengan lokasi karhutla.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....