Risiko Tinggi, Sinergi Masyarakat Perkuat Mitigasi Karhutla Kalteng

  • 10 Agt 2026 23:17 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan masih terbilang tinggi selama musim kemarau, terutama ketika kondisi kering berlangsung cukup panjang. Kondisi tersebut membutuhkan sinergi lintas sektor dalam upaya pencegahan, pengawasan, hingga pemadaman, termasuk dengan melibatkan partisipasi masyarakat dalam mitigasi karhutla.

Koordinator Pengelolaan Kebakaran Terpadu Borneo Nature Foundation, Astria Yayanty, mengatakan pihaknya terus mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian hutan. Edukasi yang berkelanjutan di tengah masyarakat menjadi kunci penting untuk menyelamatkan hutan Kalimantan dari risiko karhutla yang semakin meluas.

"Jadi dari kami sendiri karena kita memang lebih banyak geraknya dengan masyarakat sebenarnya bagaimana pola kita merubah cara pikir masyarakat kemudian memberikan lebih banyak edukasi dan memberikan beberapa solusi bagi masyarakat untuk mengurangi aktivitas di dalam hutan," katanya, saat mengisi program Green Radio di Pro 1 RRI Palangka Raya, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Analis Kebencanaan Ahli Madya BPBD Kota Palangka Raya, Alfi Isnawaty, mengatakan BPBD Kota Palangka Raya juga terus berkolaborasi dengan masyarakat dalam upaya prabencana hingga pascabencana, salah satunya melalui pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana atau FPRB. Melalui forum tersebut, berbagai upaya mitigasi karhutla dapat dipetakan dengan lebih jelas sehingga diharapkan penanggulangan bencana dapat dilakukan secara lebih optimal.

"Kita juga sudah melakukan kegiatan di prabencana dengan melakukan membentuk aliansi. Kemudian ada FPRB. FPRB pun kita bukan cuman di tingkat kota saja ya, FPRB Kota Palangka Raya tuh tidak sampai di situ. Tetapi kita juga ada di 30 kelurahan yang sudah terbentuk semua itu di dalam yang namanya di bawah Kelurahan Tangguh Bencana," katanya.

Di Kota Palangka Raya, FPRB telah terbentuk di 30 kelurahan yang berada dalam program Kelurahan Tangguh Bencana. Keberadaan forum di tingkat kelurahan diharapkan dapat memperkuat pengawasan lingkungan sekaligus mempercepat respons masyarakat terhadap potensi karhutla di wilayah masing-masing.

Selain membangun kesiapsiagaan, masyarakat juga terus didorong untuk menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti melakukan pembakaran secara sembarangan dan membuang puntung rokok. Dengan kondisi cuaca yang semakin kering, kesadaran dan kepedulian bersama menjadi langkah penting untuk mencegah karhutla serta menjaga hutan dan lingkungan tetap aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....