Kabut Asap Karhutla Kalteng Ganggu Kesehatan dan Aktivitas Masyarakat
- 05 Agt 2026 07:43 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah masih menjadi perhatian masyarakat. Berbagai dampak kabut asap pun telah dirasakan warga saat menjalani aktivitas sehari-hari, mulai dari gangguan jarak pandang hingga keluhan kesehatan.
Salah satu warga Kota Palangka Raya, Diryan Almas, mengatakan kabut asap yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan gangguan penglihatan dan pernapasan. Menurutnya, pemerintah perlu sigap menangani kebakaran hutan dan lahan agar kondisi kabut asap tidak semakin meluas dan membahayakan masyarakat.
"Jadi mengganggu aktivitasnya mungkin karena saya setiap hari perlu aktivitas ke sana kemari. Salah satunya juga ngantar anak sekolah, terus kerja juga. Mengganggunya mungkin mengganggu di penglihatan, kadang sampai agak perih, sama nafas juga bisa agak sesak," katanya, 4 Agustus 2026
Sementara itu, Dokter Umum Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya, Angga Dehes Kaharap, mengatakan kabut asap turut memicu peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga penyakit paru di masyarakat. Menurutnya, anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang paling rentan mengalami gangguan kesehatan selama kabut asap berlangsung.
"Perkembangan masalah kesehatan masyarakat terkait kabut asap karhutla saat ini terjadinya peningkatan kasus ISPA, peningkatan kekambuhan pada asma, dan penyakit paru obstruktif kronis atau yang biasa kita singkat dengan PPOK. Biasanya pasien datang dengan keluhan mulai dari demam, batuk pilek, sakit tenggorokan, sampai dengan sesak nafas. Dari semua kelompok usia, kasus terbanyak adalah dari anak-anak dan lansia," katanya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak kabut asap tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan. Karena itu, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan pernapasan.
Masyarakat juga berharap pemerintah terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan agar kabut asap tidak semakin meluas. Selain penanggulangan karhutla, pembagian masker di sekolah maupun ruang publik diharapkan dapat membantu melindungi warga dari dampak buruk kabut asap.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....