Kendala Bahan Baku Hambat Pengembangan UMKM Kalteng
- 29 Mei 2026 11:09 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Upaya untuk mendukung pengembangan UMKM di Kalimantan Tengah terus dilakukan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Tengah. Meski begitu, pengembangan usaha masih menghadapi sejumlah kendala, salah satunya keterbatasan bahan baku produksi.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Tengah, Rahmawati, mengatakan salah satu sektor yang mengalami kendala bahan baku adalah UMKM produk hasil perikanan. Menurutnya, beberapa jenis ikan yang menjadi bahan baku makanan olahan sering tidak tersedia dalam jumlah besar sehingga mempengaruhi kapasitas produksi pelaku usaha.
“Kita mengetahui bahwa produk-produk hasil perikanan terutama ikan, ikan-ikan yang ada di Kalimantan Tengah ini kan per musim, misalnya ikan pipih, ini kan agak sulit kalau untuk dibudidayakan langsung dan para nelayan menunggu hasil dari sungai-sungai pada musim-musim tertentu. Nah, pada saat tertentu itu kan ada namanya pesanan besar, jika stok barang yang tersedia minim ya tentunya ini akan mempengaruhi jumlah produksi,” katanya, saat mengisi program Dialog Kalteng Menyapa di Pro 1 RRI Palangka Raya, Kamis, 28 Mei 2026.
Sementara itu, Ketua Tim Sertifikasi Obat dan Makanan Balai Besar POM Palangka Raya, Etik Sumardani, mengatakan selain menangani proses premarket, pihaknya juga melakukan pengawasan post market terhadap produk yang telah beredar di masyarakat. Pengawasan tersebut termasuk memastikan kualitas produk tetap terjaga meski bahan baku mengalami keterbatasan.
“Tapi setelah itu kita juga post marketnya, setelah produk beredar apakah pelaku usaha ini masih memenuhi standar yang dia waktu registrasi tadi tetapkan, apakah masih tetap produk itu sama. Seperti kata Bu Rahmawati tadi, jangan-jangan bahan bakunya habis terus kemudian dia beralih produk atau kadarnya jadi berkurang karena apa bahan bakunya kurang jadi dia menurunkan standar,” katanya.
Ketersediaan bahan baku dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi UMKM di daerah. Jika pasokan tidak stabil, maka jumlah produksi dan kualitas produk juga berpotensi menurun sehingga mempengaruhi kepercayaan pasar.
Karena itu, diperlukan dukungan dari berbagai pihak untuk membantu pelaku UMKM menjaga kesinambungan bahan baku dan kualitas produk. Dengan begitu, produk UMKM Kalimantan Tengah diharapkan mampu bersaing lebih luas, baik di pasar lokal maupun nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....