Musim Kemarau Terjadi Bertahap, Kalteng Masih Diguyur Hujan

  • 29 Mei 2026 09:55 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Kalimantan Tengah saat ini masih berada dalam masa pancaroba, di mana sebagian wilayah mulai memasuki musim kemarau, sementara wilayah lainnya masih kerap diguyur hujan. Intensitas hujan yang terjadi pun bervariasi, mulai dari hujan ringan, sedang, hingga lebat di sejumlah daerah.

Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Multazam, mengatakan kondisi cuaca di wilayahnya cukup unik karena potensi banjir dan kekeringan dapat terjadi dalam waktu yang hampir bersamaan. Pihaknya terus menyiapkan berbagai langkah mitigasi guna mengantisipasi risiko bencana, baik banjir maupun kekeringan yang dapat muncul dalam satu periode musim.

“Jadi di Kotawaringin Timur ini agak unik, dalam satu periode yang sama terjadi dua jenis bencana da banjir, kemudian ada juga kekeringan. Nah, tetapi kami bukan berarti mengenyampingkan bencana banjir, tapi banjir ini juga ada skala tentunya, dan mitigasi-mitigasi sudah kami siapkan termasuk kemarin,” katanya, saat mengisi Dialog Kentongan di Pro 1 RRI Palangka Raya, Selasa, 26 Mei 2026.

Sementara itu, Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, Anton Budiono, mengatakan musim kemarau di Kalimantan Tengah diperkirakan terjadi secara bertahap di berbagai wilayah. Ia juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi kekeringan yang dipengaruhi fenomena El Nino pada tahun ini.

“Kekhawatiran kami karena memang tahun ini adalah tahun El Nino dan sekarang walaupun hanya baru 3 sampai empat dasarian El Nino aktif, tapi kekhawatiran kami nanti begitu masuk musim kemarau langsung tiba-tiba bisa kering. Apalagi untuk dasarian terakhir ini kita sudah memasuki El Nino moderat gitu, jadi memang dampaknya akan sangat kering untuk wilayah Kalimantan Tengah,” katanya.

Anton menjelaskan, wilayah Barito Timur sebelumnya sempat dinyatakan memasuki musim kemarau karena curah hujan berada di bawah ambang batas dalam beberapa dasarian. Namun pada dasarian berikutnya curah hujan kembali meningkat, sementara wilayah lain seperti Kotawaringin Timur diperkirakan baru memasuki musim kemarau pada awal Juni dan daerah pesisir pada akhir Juni.

Selain ancaman kekeringan, potensi banjir juga masih menjadi perhatian di Kotawaringin Timur, terutama di kawasan langganan banjir di bantaran Sungai Mentaya. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemetaan wilayah rawan bencana dan mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....