Menolak Punah, Pelajar SMAN 2 Palangka Raya Hidupkan Kembali Tradisi Menjawet
- 06 Mei 2026 10:21 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Di tengah gempuran modernisasi, puluhan siswa SMA Negeri 2 Palangka Raya, Kalimantan Tengah, memilih untuk menoleh kembali ke akar budaya leluhur. Bertempat di Ruang Bajakah, mereka mengikuti pelatihan menjawet, sebuah seni menganyam tradisional khas suku Dayak yang menggunakan rotan sebagai bahan utamanya.
Kepala SMAN 2 Palangka Raya, Muhammad Rifani, mengungkapkan kegiatan ini bertujuan agar siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mengenal budaya Dayak. Ia meyakini, penguatan karakter berbasis kearifan lokal adalah benteng utama bagi generasi muda dalam menghadapi arus globalisasi yang kian kencang.
"Selama ini, menjawet kebanyakan dilakukan generasi tua, maka perlu ada regenerasi agar tradisi ini tidak punah. Untuk pesertanya ada sebanyak 48 siswa yang mengikuti pelatihan ini," ucap Rifani pada Rabu, 6 Mei 2026.
Ia menekankan bahwa memperkenalkan seni kriya rotan kepada peserta didik adalah langkah konkret untuk memastikan warisan nenek moyang tetap terjaga. Langkah strategis ini diharapkan mampu mengubah pandangan remaja bahwa budaya lokal bisa bersanding manis dengan industri kreatif modern.
Jeremi, siswa kelas X SMA 2 Palangka Raya, mengaku bangga bisa bersentuhan langsung dengan kerajinan yang mulai langka di kalangan sebayanya. Baginya, kesulitan dalam menyusun pola anyaman bukanlah hambatan, melainkan sebuah tantangan yang harus dipecahkan.
"Kegiatan seperti ini dapat menambah wawasan karena sudah jarang anak muda yang bisa menganyam. Ini sangat menarik dan bagus untuk masa depannya juga," kata Jeremi, sambil menjawet menjalin bilah-bilah rotan.
Sementara itu, Amelia Agustia selaku mentor menegaskan menjawet memiliki tingkat kesulitan tinggi karena memerlukan ketelitian dan kesabaran ekstra dalam membentuk setiap motifnya. Ia secara telaten membimbing para siswa agar tidak terburu-buru dan meresapi setiap jalinan serat rotan yang dirangkai.
Pelatihan ini juga menjembatani para generasi muda untuk mengenal anyaman rotan. Tidak sekadar praktik di kelas, para siswa ini nantinya akan dipersiapkan untuk mengadu ketangkasan dalam kompetisi bergengsi yang diinisiasi Bank Indonesia bersama Indang Apang Apang Galeri.
"Seni menjawet ini adalah soal rasa, hati dan pikiran. Maka ketika kita menjawet harus tenang, agar motif yang dihasilkan simetris," kata Amelia, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....