WWF Indonesia Dukung Konservasi Orangutan dan Penguatan Hutan Adat di Sebangau
- 18 Mei 2026 19:04 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya – Balai Taman Nasional (TN) Sebangau terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian ekosistem dan populasi orangutan yang mendiami kawasan tersebut. Sebagai salah satu benteng pertahanan terakhir bagi primata endemik yang terancam punah, kawasan konservasi ini kini memegang predikat penting sebagai rumah bagi populasi orangutan terbesar di dunia.
Koordinator Humas dan Kerjasama Balai Taman Nasional Sebangau, Noviyanti Nugraheni, mengatakan bahwa Taman Nasional Sebangau memiliki nilai ekologis yang sangat penting karena menjadi salah satu habitat terbesar orangutan di dunia.
"Menariknya adalah Taman Nasional Sebangau itu adalah rumah untuk 8.000 individu orangutan. Jadi orangutan itu kan cuman ada di Pulau Sumatera dan Kalimantan ya. Nah, dan Sebango ini adalah habitat terbesar orangutan di dunia. Jadi harus kita proteksi benar-benar," ujar Noviyanti saat mengisi dialog Green Radio di RRI Palangka Raya, Sabtu, 16 Mei 2026.
Ia menjelaskan bahwa populasi orangutan yang besar di TN Sebangau merupakan sebuah aset ekologis yang sangat berharga. Menurutnya, kelestarian habitat alami harus dijaga agar keberadaan orangutan tetap terpelihara dan tidak mengalami ancaman akibat kerusakan lingkungan.
Dalam kesempatan yang sama , WWF Indonesia melalui Peatland Restoration Specialist Forest and Wetland Program, Ma'mun Ansori, menyampaikan bahwa pihaknya juga mendorong penguatan pengelolaan hutan berbasis masyarakat di wilayah sekitar kawasan konservasi.
“Kita juga mendorong Petak Bahandang adalah salah satu desa Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan dan Telaga itu juga kita dorong untuk menjadikan kawasan hutan adat yang notabene pengelolaan itu sebuah izin diberikan untuk dikelola bagi masyarakat dan itu seumur hidup,” katanya menambahkan.
Ia menerangkan bahwa pemberian izin pengelolaan hutan adat merupakan bentuk ruang kolaborasi yang diberikan pemerintah kepada masyarakat. Menurutnya, masyarakat diberikan ruang untuk mengelola kawasan hutan secara berkelanjutan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di wilayah mereka.
Upaya perlindungan habitat orangutan dan penguatan hutan adat dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan di Kalimantan Tengah. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat konservasi satwa liar sekaligus menjaga keberlangsungan ekosistem gambut di kawasan Sebangau dan sekitarnya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....