Gubernur Kalteng Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla, El Niño Jadi Alarm

  • 17 Apr 2026 09:58 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Musim kemarau 2026 diprediksi lebih kering dan panjang. Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menekankan pencegahan sebagai prioritas utama dengan pendekatan terpadu lintas sektoral.

Penetapan ini disampaikan langsung dalam Apel Siaga Karhutla yang dihadiri unsur Pemerintah Daerah, TNI, Polri, dan seluruh elemen terkait. Jum'at, 17 April 2026.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau tahun 2026 akan lebih kering dan lebih panjang akibat fenomena El Niño.

Untuk wilayah Kalimantan Tengah, kemarau diprediksi mulai pada akhir Mei 2026 dan mencapai puncaknya pada Juli hingga Agustus 2026.

"Kita tidak boleh lengah dan harus terus waspada. Kalimantan Tengah termasuk salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan karhutla yang tinggi." kata Gubernur Agustiar Sabran

Meski penanganan karhutla di Kalteng terus menunjukkan kemajuan dari tahun ke tahun, Agustiar menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak boleh membuat semua pihak lengah.

Ia menyebut prediksi BMKG soal El Niño sebagai alarm bagi seluruh elemen untuk memastikan kesiapan menghadapi ancaman musim panas ekstrem.

Dalam arahannya, Gubernur menekankan bahwa penanganan karhutla harus dilaksanakan secara terpadu, terkoordinasi, dan berkelanjutan, dengan pencegahan sebagai prioritas utama. Ia merinci tujuh poin pedoman yang menjadi landasan kerja bersama yaitu.

  1. Tingkatkan kesiapan dan kesiagaan personel serta sarana prasarana, pastikan seluruh kekuatan siap digerakkan kapanpun dibutuhkan.
  2. Deteksi dini dan respons cepat, manfaatkan teknologi pemantauan hotspot dan patroli terpadu agar setiap titik api ditangani sebelum meluas.
  3. Perkuat sinergi lintas sektoral, TNI, Polri, Pemda, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha, dan masyarakat bergerak dalam satu komando.
  4. Kedepankan langkah preventif, tingkatkan sosialisasi dan edukasi masyarakat, libatkan tokoh adat, tokoh agama, bhabinkamtibmas, dan babinsa.
  5. Tegakkan hukum secara tegas dan konsisten, tindak setiap pelaku pembakaran, baik perorangan maupun korporasi.
  6. Libatkan dan berdayakan masyarakat, bangun kesadaran kolektif bahwa karhutla adalah musuh bersama.
  7. Penetapan Status Siaga Darurat Karhutla secara resmi di Provinsi Kalimantan Tengah.

Gubernur menutup sambutannya dengan mengajak seluruh peserta apel menjadikan momentum ini sebagai penyatuan langkah dan komitmen bersama. "Mari kita jadikan apel ini sebagai momentum untuk menyatukan langkah dan komitmen dalam meningkatkan kesiapan melindungi Kalimantan Tengah dari ancaman karhutla," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....