Kasus Tenggelam di Sungai Kalteng Kian Meningkat, Kewaspadaan Perlu digencarkan

  • 02 Apr 2026 11:00 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kasus tenggelam di sejumlah sungai di Kalimantan Tengah dilaporkan meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Beberapa kejadian bahkan berujung pada korban meninggal dunia setelah dilakukan proses pencarian oleh tim gabungan.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Kota Palangka Raya, Maulana Abdillah, mengatakan bahwa selain faktor cuaca yang memicu arus sungai menjadi kuat, penyebab utama kasus tenggelam adalah kelalaian manusia. Ia menegaskan bahwa kurangnya pengawasan menjadi faktor dominan, terutama pada aktivitas di perairan.

"Dari data kami untuk penyebab utama seringnya terjadi kondisi membahayakan manusia atau orang tenggelam itu karena yang kurangnya pengawasan, terutama pada anak-anak dan remaja pada saat berenang atau bermain di air. Kemudian banyak juga yang tidak bisa berenang namun nekat masuk ke area yang dalam," katanya, saat menjadi narasumber program Dialog Kentongan di Pro 1 RRI Palangka Raya, Selasa, 31 Maret 2026.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, menyampaikan bahwa pihaknya terus memberikan dukungan dalam setiap proses pencarian korban tenggelam. Dukungan tersebut dilakukan melalui koordinasi bersama Basarnas dan para relawan di lapangan.

"Kadang-kadang ketika ada kejadian kami tanpa diminta mendirikan tenda posko untuk teman-teman Basarnas, berkoordinasi dengan teman-teman relawan untuk melakukan pencarian. Di samping tenda juga kami ada peralatan juga ada speed juga bisa dipakai untuk kita sama-sama turun di lapangan seperti itu," katanya.

Upaya kolaborasi antara BPBD, Basarnas, dan relawan dinilai sangat penting untuk mempercepat proses pencarian korban. Selain itu, kesiapan peralatan dan respons cepat di lapangan menjadi faktor penentu keberhasilan operasi.

Pihak terkait juga terus mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di air. Penggunaan pelampung serta pengawasan ketat, terutama bagi anak-anak, diharapkan dapat meminimalkan risiko kejadian tenggelam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....