HUT Bhayangkara ke 80, Polda Kalteng Gelar Lomba Besei Kambe

  • 20 Jun 2026 18:47 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Di bawah langit Kalimantan yang cerah, suara dayung membelah arus Sungai Kahayan menjadi saksi perayaan Hari Bhayangkara ke 80 dengan mengangkat warisan budaya Dayak.

Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar Lomba Besei Kambe sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026. Perlombaan berlangsung di kawasan bawah Jembatan Sungai Kahayan, Jalan S. Parman, Kota Palangka Raya, Sabtu, 20 Juni 2026 pagi yang diikuti puluhan tim dari berbagai satuan kerja Polda Kalteng, jajaran kepolisian, serta masyarakat umum.

Pemilihan Besei Kambe bukan sekadar hiburan. Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan, menegaskan bahwa tahun ini perlombaan sengaja dirancang untuk menempatkan kearifan lokal sebagai ruh perayaan.

"Dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara yang ke-80, Polda Kalteng menyelenggarakan beberapa kegiatan perlombaan — dan kegiatan-kegiatan ini ada yang dititikberatkan kepada kegiatan yang bersifat kearifan lokal," ujar Irjen Pol Iwan Kurniawan.

Bagi Jenderal Bintang Dua itu, Besei Kambe bukan sekadar olahraga air. Ia adalah warisan turun-temurun yang mengalir dari para leluhur Dayak, sarat nilai budaya yang tak boleh tenggelam ditelan zaman.

"Kita tahu ini merupakan perlombaan turun-temurun, warisan para leluhur kita di Kalimantan Tengah. Kami berharap dengan dilombakan, budaya ini bisa tetap terpelihara, bisa tetap terjaga," katanya.

Lebih dari sekadar ketangkasan mengayuh dayung, Irjen Pol Iwan memaparkan bahwa Besei Kambe mengandung filosofi yang menyentuh sendi-sendi kehidupan: keberanian, kebersamaan, dan kekompakan tim, nilai-nilai yang tak hanya relevan dalam budaya Dayak, tetapi juga dalam pelaksanaan tugas kepolisian sehari-hari.

Di sinilah letak keistimewaan lomba ini. Ketika barisan anggota Polri dan warga sipil mendayung bersama di atas arus yang sama, batas antara aparat dan masyarakat pun memudar, digantikan oleh semangat satu nafas.

"Kita berharap juga dari makna perlombaan ini, terjadi kedekatan antara polisi dengan masyarakat," ucap Kapolda.

Besei Kambe di Sungai Kahayan hari ini bukan hanya soal siapa yang tercepat. Ia adalah pesan, bahwa menjaga budaya dan mempererat kebersamaan adalah tugas yang tak kalah mulia dari tugas di lapangan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....