Dua Hari Pencarian, Remaja 14 Tahun Ditemukan Tewas di Sungai Bulik
- 19 Mar 2026 11:34 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Lamandau - Kabar duka kembali datang dari Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah. Seorang remaja berusia 14 tahun ditemukan tewas tenggelam di Sungai Bulik, Desa Sungkup, setelah tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif selama dua hari.
Kristian Rio Ekatama, begitu nama korban, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis, 19 Maret 2026 pagi. Penemuan ini mengakhiri pencarian yang melibatkan puluhan personel dari berbagai instansi sejak Rabu kemarin.
Tragedi ini bermula saat Rabu pagi, ketika Kristian sedang mandi di sungai bersama teman-temannya. Momen yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi petaka dalam sekejap.
Berdasarkan keterangan saksi mata, korban terlihat melompat dari atas batu. Namun nahas, kakinya tergelincir dan ia jatuh terhempas ke sungai. Arus sungai yang deras langsung menyeret tubuh remaja itu hingga tenggelam.
Warga setempat yang mengetahui kejadian langsung melakukan pencarian darurat. Sayangnya, upaya awal ini tidak membuahkan hasil. Kondisi sungai yang keruh dan arus yang kuat menyulitkan pencarian. Keluarga pun segera melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang.
Operasi pencarian resmi dimulai dengan melibatkan Tim SAR Gabungan dari berbagai unsur. Pada hari kedua pencarian, tepatnya pukul 06.40 WIB, upaya tim akhirnya membuahkan hasil.
"Pada pukul 06.40 WIB, Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran dan menemukan korban sekitar 500 meter dari lokasi awal korban tenggelam dalam keadaan meninggal dunia," ungkap Fajar, koordinator lapangan Basarnas di lokasi kejadian.
Jarak penemuan yang cukup jauh dari titik awal menunjukkan kuatnya arus Sungai Bulik yang menyeret korban.
Sesaat setelah ditemukan, jenazah Kristian langsung dievakuasi oleh tim dan diserahkan kepada keluarga di rumah duka di Desa Sungkup. Tangis keluarga dan warga pecah menyaksikan kepergian remaja yang masih berusia belia itu.
| Baca juga: Dua Pemuda Hilang di Hutan Belantara Kapuas |
Kepala Kantor SAR Palangka Raya, AA Ketut Alit Supartana, yang terus memantau jalannya operasi menyampaikan apresiasi atas kinerja tim.
"Operasi ini dapat berjalan dengan lancar dan korban ditemukan berkat kerja keras dari Tim SAR Gabungan yang terlibat dalam operasi SAR kali ini," ujar Alit.
Operasi pencarian kali ini melibatkan kolaborasi solid dari berbagai pihak. Tim Rescue Pos SAR Pangkalan Bun, BPBD Kabupaten Lamandau, Polsek Bulik Timur, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Sungkup, hingga perangkat desa turun langsung ke lapangan.
Tak kalah penting, peran masyarakat dan keluarga korban yang memberikan dukungan penuh selama operasi berlangsung.
"Dengan telah ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup. Seluruh unsur yang terlibat kembali ke kesatuan masing-masing dengan ucapan terima kasih," kata Alit.
Insiden ini kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama bagi anak-anak dan remaja yang rentan mengalami kecelakaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....